Postingan

Menampilkan postingan dengan label GO-JEK

Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Naik ojek pangkalan dari Pitara ke Rangkapan Jaya Lama Depok

Gambar
Pada hari Sabtu, 16 Februari 2019 admin turun di Stasiun Depok setelah naik kereta dari Bogor. Admin naik ojek yang ada di dekat stasiun. Ketika di perjalanan admin bertanya kepada tukang ojek mengapa dia  tidak bergabung dengan GO-JEK? Dia bilang bahwa dia dulu adalah tukang ojeknya GO-JEK, tapi dia keluar karena sudah terlalu banyak yang mendaftar sebagai pengemudi GO-JEK. Admin bertanya tentang masalah penumpang. Beliau sampaikan bahwa cukup banyak yang menggunakan jasanya.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan