Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hijrah

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Hijrah - Momentum solusi bagi masalah kita

Momentum perubahan yang membuat bergulir lajunya roda dakwah makin kencang ketika Rasulullah melaksanakan hijrah. Tujuan syariat mengapa harus ada, maka maqashidul syariah ada 5 Menjaga kemaslahatan agama (hifzuddin diin). Kenapa berdakwah, hijrah, untuk menjaga agama. Menjaga kemaslahatan jiwa (hifzun naas). Kenapa dilarang membunuh, melecehkan. Dalam jiwa ada harga diri. Tatkala syariat diberlakukan, pasti menjaga jiwa orang. Termasuk bila kita diminta untuk berperang, pasti ada nilai agama yang diperjuangkan dan nilai kemanusiaan. Menjaga akal (hifzul aql). Kenapa tidak boleh minum khamr, untuk keseimbangan akal. Menjaga keturunan serta nasab (hifzu nasl). Kenapa orang harus menikah, untuk menjaga kehormatan dan menjaga keturunan. Mengapa konflik itu dihindari agar tidak banyak nyawa yang terbunuh. Syariat itu akan menyentuh keempat hal tadi ditambah. Menjaga harga benda (hifzul mal). Tidak boleh mencuri. Masalah warisan. Dalam hijrah itu ada menjaga agama. Madinah ...

Beberapa Pelajaran dari Hijrah

Perlunya persiapan dan perencanaan yang adekuat (hal ini ditunjukkan dengan rute perjalanan Rasulullah yang pada awalnya justru menjauhi Madinah sambil memutar kearah luar dan pada akhirnya kembali ke rute ke Madinah. Kemudian bagaimana Rasulullah merencanakan persembunyian di Gua Tsur dan meminta kepada Abdullah bin Abu Bakar untuk menyampaikan berita tentang orang Quraisy selama di persembunyian dan bagaimana Asma binti Abu Bakar membawa perbekalan makanan menggunakan ikat pinggangnya) Teguh memegang amanah  (meskipun dimusuhi oleh para pembesar Quraysh, banyak orang Quraysh yang menitipkan barangnya kepada Rasulullah. Menjelang hijrah, beliau mengembalikan seluruh barang titipan tersebut kepada pemiliknya) Menyerahkan urusan kepada ahlinya, meskipun berasal dari orang non-Muslim  (hal ini ditunjukkan dengan dipilihnya penunjuk jalan untuk hijrah ke Madinah dari kalangan non-Muslim) Hijrah merupakan titik balik (Hijrah memberi kesempatan kepada kaum Muslimin untuk mem...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)