Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Hijrah - Momentum solusi bagi masalah kita

Momentum perubahan yang membuat bergulir lajunya roda dakwah makin kencang ketika Rasulullah melaksanakan hijrah. Tujuan syariat mengapa harus ada, maka maqashidul syariah ada 5
  • Menjaga kemaslahatan agama (hifzuddin diin). Kenapa berdakwah, hijrah, untuk menjaga agama.
  • Menjaga kemaslahatan jiwa (hifzun naas). Kenapa dilarang membunuh, melecehkan. Dalam jiwa ada harga diri. Tatkala syariat diberlakukan, pasti menjaga jiwa orang. Termasuk bila kita diminta untuk berperang, pasti ada nilai agama yang diperjuangkan dan nilai kemanusiaan.
  • Menjaga akal (hifzul aql). Kenapa tidak boleh minum khamr, untuk keseimbangan akal.
  • Menjaga keturunan serta nasab (hifzu nasl). Kenapa orang harus menikah, untuk menjaga kehormatan dan menjaga keturunan. Mengapa konflik itu dihindari agar tidak banyak nyawa yang terbunuh. Syariat itu akan menyentuh keempat hal tadi ditambah.
  • Menjaga harga benda (hifzul mal). Tidak boleh mencuri. Masalah warisan.

Dalam hijrah itu ada menjaga agama. Madinah lebih kondusif dari kota-kota lain. Sebelum Rasulullah sampai di Madinah, agama ini sudah menyebar. Madinah tinggal menunggu satria piningit-nya. Hijrah juga menjaga ribuan nyawa, karena setelah agama, yang paling penting dari diri itu adalah nyawa. Demi agama, orang rela mengorbankan jiwa dan agamanya. 

Saat Rasulullah hijrah, sekian banyak nyawa diselamatkan. Saat mereka berada di Mekah mereka disebut sebagai orang-orang yang tertindas. Orang yang tidak mau hijrah disebut sebagai orang-orang yang zalim, karena sudah diberi kesempatan hijrah mereka tidak mau. 

Dalam surat An-Nisaa, 4: 97-100 bercerita tentang hijrah. "Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh malaikat, mereka menzalimi diri mereka sendiri. Malaikat tersebut berkata, Ada apa dengan kalian. Mereka menjawab: Kami adalah orang-orang yang tertindas di Bumi Mekah. Malaikat berkata, "Bukankah bumi Allah itu begitu luasnya yang kalian bisa hijrah kepada. Tempat mereka tidak mau hijrah adalah neraka Jahannam, tempat kembali yang buruk. Kecuali orang-orang yang betul-betul lemah dari orang-orang tua, wanita dan anak-anak yang mereka tidak memiliki kemampuan strategis. Mereka tidak mendapat hidayah untuk mendapatkan jalan. Mereka yang seperti itu mudah-mudahan Allah memberikan maafnya kalau mereka mempunyai alasan. Adalah Allah itu Maha Pemaaf dan Maha Mengampuni."

Dalam Perang Badr, orang-orang yang tidak ikut Hijrah, dipaksa ikut perang. Umat Islam dibantu oleh malaikat. Mereka yang tidak ikut hijrah tersebut dibunuh oleh malaikat. Qur'an mengecam orang-orang yang tidak berhijrah. Mereka yang hijrah, bisa menikah, berdagang. Hijrah adalah momentum solusi bagi masalah kita.

"Siapa yang hijrah di jalan Allah, pasti akan mendapat banyak pengalaman. Siapa yang keluar dari rumah, di tengah jalan di meninggal, Allah sudah mencatat niat orang yang akan hijrah di jalan Allah tersebut."


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)