Postingan

Menampilkan postingan dengan label Mambulau

Menghargai Kekayaan Alam yang Sering Kita Lupakan

Gambar
Semak-semak di Jalan Jendral Sudirman, Kuala Kapuas Di tengah upaya kota-kota besar di seluruh dunia untuk menghijaukan kembali ruang-ruang mereka, kita yang hidup di tempat-tempat kaya akan alam seperti Kalimantan sering kali lupa bahwa apa yang kita miliki adalah sesuatu yang begitu berharga. Ketika kita melihat vegetasi liar dan keanekaragaman tumbuhan di sekitar kita, mungkin terlintas keinginan untuk “merapikan” atau mengubahnya menjadi lebih teratur. Namun, justru di sinilah letak keistimewaan yang sering dirindukan oleh mereka yang tinggal di kota-kota besar. Di kota besar, orang-orang berjuang untuk menanam pohon dan mengembalikan sedikit nuansa hijau yang hilang. Sementara di Kalimantan, kita sudah dikelilingi oleh kekayaan alam ini setiap hari. Tantangannya adalah bagaimana kita bisa melihat ini sebagai aset yang harus dijaga, bukan dihilangkan. Dengan menyadari bahwa setiap semak dan pohon liar adalah bagian dari ekosistem yang seimbang, kita bisa belajar untuk lebih meng...

Peringatan Isra' Mi'raj di Pasar Inpres Mambulau

Gambar
Peserta Peringatan Isra' Mi'raj di Pasar Inpres Mambulau Pada hari Jum'at, 6 Mei 2016 bertempat di Pasar Inpres Mambulau dilaksanakan kegiatan seminar dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Persaudaraan Muslimah (Salimah) dan Aisyiyah Kelurahan Mambulau. Tema kegiatan adalah Menjadi Perhiasan Di Tengah Luasnya Dunia. Dalam sambutannya, Siti Suparti, pengurus Salimah Kapuas mengharapkan para ibu-ibu bisa menjadi 1. Menjadi ibu-ibu yang shalihah. 2. Menjadi istri yang shalihahm 3. Menjadi anak yang shalihah. Ibu Hajjah Muhimmah, Ketua Pengurus Aisyiyah Mambulau dalam sambutannya berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi kemaslahatan umat. Ceramah disampaikan oleh Bapak Jum'atil Fajar yang menyampaikan masalah wanita shalihah dengan menjadikan sosok Khadijah binti Khuwailid sebagai teladan.

Jembatan Konstruksi Bowstring Rangka Batang (Jembatan Gantung)

Gambar
Jembatan Pulau Mambulau (30 Agustus 2013) Menurut buku " Konstruksi Arsitektur " yang ditulis oleh Ir. Heinz Frick dan Moediartianto, jembatan ini memiliki bentangan yang cukup lebar. Fondasinya terdiri dari pelat beton bertulang. Rangkanya dibuat dari kayu ulin ( Lauraceae eusideroxylon zwageri ). Sambungan-sambungan menggunakan baut pasak khusus. Pelat jalan kendaraan berfungsi juga sebagai batang tarik bergantung di bawah konstruksi bowstring rangka batang. Konstruksi bowstring rangka batang terdiri dari elemen-elemen bowstring berukuran 6.00/3.60/2.20 m dengan bobot 1.6 ton. Dengan derek semuanya diangkat dari tongkang dan disambungkan pada bagian-bagian yang sudah ada. Jembatan Cukai (1-9-2013) Jembatan Cukai (1-9-2013) Jembatan-jembatan ini pernah dibangun oleh STM-GKE Mandomai 1973-1976 di kota Pulang Pisau, Mandomai dan Kuala Kapuas. Jembatan-jembatan tersebut adalah Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Saka Mangkahai dan Kelurahan Mandomai, Kecamata...

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas