Postingan

Menampilkan postingan dengan label Memancing

Webinar Tarhib Ramadhan 1447 H - Ramadhan Recharge Iman, Cinta, Peduli dan Kolaborasi

Gambar
  Bismillah, kami mengundang Kyai/Nyai/Asatidzah/Bapak/Ibu untuk mengikuti: WEBINAR TARHIB RAMADHAN 1447 H “Ramadhan Recharge: Iman, Cinta, Peduli, dan Kolaborasi” 🎙 Bersama: 1. Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, MA (Ketua Umum PP IKADI) 2. Prof. Dr. KH. Uril Bahruddin, MA (Guru Besar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang) 3. Dr. KH. Atabik Luthfi, MA (Pakar Tafsir UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) 4. Hj. R.A. Reni Anggrayni, ST (Ketua Umum SALIMAH) 🗓 Sabtu, 7 Februari 2026 / 20 Sya’ban 1447 H 🕗 Pukul 08.00–11.30 WIB Link zoom:  https://us06web.zoom.us/j/87143988543?pwd=Y4wzGkaTkxqNhTc9a7Q0jsKb2jpa7H.1 ID Rapat: 8743988543 Kode Sandi : 1234567qa 📍 Live di YouTube  https://l1nq.com/YtRecharge1447  Mari siapkan diri menyambut Ramadhan dengan ilmu & semangat ukhuwah Islamiyah wathaniyah, sebagai bekal untuk menguatkan iman serta menghidupkan cinta, kepedulian, dan kolaborasi dalam keluarga dan masyarakat Indonesia. . جزاكم الله خيرا على اهتمامكم  والسلام عليكم ورحمة ...

STRIKE..!!! Memancing Udang di DAS Kapuas

Gambar
Strike Udang di Sungai Kapuas Perubahan rasa air sungai di sekitar Kota Kapuas akibat intrusi air laut biasanya banyak yang ditunggu oleh para pemancing terutama pemancing udang galah, karena pada saat terjadi intrusi air laut banyak udang dan ikan yang berasal sekitar muara laut akan masuk ke hulu sungai seperti sekarang ini. Sabtu 9 Agustus 2014 sekitar pukul 9.00 pagi, penulis mencoba memancing udang di sekitar desa Penamas dan tidak lama langsung strike beberapa udang galah. Kesenangan memancing udang ini kadang sangat terganggu karena masih adanya masyarakat yang menggunakan racun dan setrum untuk mendapatkan udang dan ikan lainnya. Semoga pihak terkait dari Pemerintah Kabupaten Kapuas dapat lebih intensif dalam memberantas penggunaan racun dan setrum terhadap ikan oleh masyarakat yang tidak bertanggung jawab.

Kuala Kapuas Kaya Dengan Ikan

Gambar
Papa Alan bersama ikan Haruan-nya Saat melintasi Jalan Sumatera, admin melihat Papa Alan berhasil menangkap ikan Haruan. Admin lalu minta ijin kepada beliau untuk memotretnya. Beliau biasa mengisi waktu kosong di sore hari dengan memancing. Pekerjaannya sehari-hari adalah berjualan es buah di Pasar Sari Mulia. Menurut keterangan Papa Alan, dia menggunakan umpan anak kodok yang dibelinya di pasar dengan harga Rp 500 per ekor. Dengan umpan ini beliau  berhasil mendapatkan ikan Haruan. Kegiatan memancing ini dilakukannya di tepi sawah di Jalan Sumatera. Menurut keterangan beliau kalau hari libur, banyak orang yang memancing di tepi sawah di Jalan Meranti, Kuala Kapuas. Panurhid menunjukkan jaringnya Masih di jalan yang sama (Jalan Sumatera), admin bertemu dengan Panurhid, seorang tenaga honorer di Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kapuas. Dia sedang menjaring ikan Sepat. Caranya cukup unik, dia meletakkan jaringnya di tengah parit kemudian dia memukul-mukul air. Hal ini dila...

Mengisi Liburan Dengan Memancing

Gambar
Dua orang anak sedang asyik memancing di tengah sawah Rupanya memancing bukan aktivitas yang dilakukan oleh orang dewasa saja, anak-anak pun suka melakukan kegiatan ini. Pada hari libur Imlek, Kamis, 3 Februari 2011, kedua anak dari Desa Sei Asam ini mengisi liburan mereka dengan memancing di sawah. Tampak bahwa mereka sangat menikmati kegiatan ini. Tentu selain mengisi liburan, kegiatan ini juga dapat membantu menambah lauk untuk makan malam nanti.

Masih banyak patin berukuran besar di Sungai Kapuas Murung

Gambar
Bapak Andre dengan latar belakang Sungai Kapuas Murung Kesimpulan ini admin ambil setelah mendengar penuturan dari Bapak Andre yang merupakan pencari ikan di Sungai Kapuas Murung ini. Beliau mengatakan bahwa setiap hari dia memancing ikan di sungai ini pada daerah yang cukup dalam diantara Handil Bere dan Handil Rambai Tiga. Di lokasi tersebut air lebih dalam dibandingkan tempat lain. Berat ikan yang paling ringan yang pernah beliau dapatkan adalah 1 kilogram. Beliau pernah mendapatkan ikan patin dengan berat sampai 9 kilogram. Hal itu membuat admin menjadi lega, rupanya masih banyak ikan besar-besar di sungai kita ini. Beliau berhenti di tengah sungai menggunakan jangkar yang dibuat sendiri. Sekali memancing, beliau membawa beberapa alat pancing sekaligus. Beliau mengatakan bahwa kalau sore hari, banyak orang yang memancing di lokasi yang beliau sebutkan tadi.

Memancing di sawah

Gambar
Memancing adalah pekerjaan yang mengasyikkan bagi peminatnya. Tapi masyarakat yang ada di pedesaan, memancing bukan sekedar hobi, tapi merupakan salah satu cara untuk mendapatkan lauk bagi nasi. Kekayaan alam Kalimantan membuat tanahnya sangat subur, sehingga hanya dengan memancing di sawah, pemancing bisa mendapatkan banyak ikan gabus (ikan haruan).

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas