Postingan

Menampilkan postingan dengan label Murung Keramat

Dicintai Saja Tidak Cukup, Kita Juga Perlu Merasa Dikenal

Gambar
  Banyak orang ingin dicintai. Namun, ada pertanyaan yang sering luput kita renungkan: bagaimana mungkin kita merasa benar-benar dicintai, kalau kita tidak merasa benar-benar dikenal? Pertanyaan ini menjadi inti tulisan Sonja Lyubomirsky dan Harry Reis dalam artikel How Can We Feel Loved If We Don’t Feel Known? yang dimuat di Behavioral Scientist. Keduanya adalah peneliti yang mendalami kebahagiaan dan hubungan antarmanusia. Mereka menjelaskan bahwa salah satu faktor besar yang membuat seseorang bahagia bukan sekadar memiliki banyak hal, tampak sukses, atau dikagumi banyak orang, melainkan merasa dicintai secara tulus . Namun, merasa dicintai ternyata tidak selalu mudah. Banyak orang sebenarnya memiliki keluarga, pasangan, sahabat, atau lingkungan yang peduli, tetapi tetap merasa kesepian, tidak dipahami, atau kurang dihargai. Menurut Lyubomirsky dan Reis, masalahnya sering kali bukan karena tidak ada cinta, melainkan karena cara kita memahami cinta kadang keliru. Dicintai Buk...

Jalan-jalan ke Panamas

Gambar
Feri Murung Keramat Perjalan dimulai dari Feri Murung Keramat . Feri ini terletak di ujung Jalan Jendral Sudirman, Kuala Kapuas. Daerah ini lebih sering disebut sebagai Ujung Murung. Saat duduk di feri, admin ditegur oleh pengemudi feri, rupanya mantan mahasiswa Akper Pemkab Kapuas. Dia bercerita bahwa dia bersama kakaknya yang juga lulusan Akper Pemkab Kapuas mengelola feri milik orang tua mereka. Sesampainya di seberang, admin menyempatkan diri untuk mampir ke PT. Karya Sejati , minta izin untuk bisa meliput tentang kegiatan di pabrik pengolahan karet ini. Sayangnya karena tidak ada pimpinannya, izin tidak bisa diberikan oleh petugas. Perjalanan dilanjutkan dengan melewati bagian samping dari pabrik ini. Admin tertarik dengan bangunan yang ada diujung jalan yang terbuat dari ulin, sebagaimana gambar dibawah ini: Bangunan diujung jalan ulin di Murung Keramat Bila belok kiri, maka kita akan kembali ke Murung Keramat. Bila belok kanan, maka kita akan menuju ke Panamas. Adm...

Keracunan Makanan di Murung Keramat

Menurut keterangan salah seorang warga Murung Keramat pada hari Minggu pagi mereka mengikuti acara pengantinan di sana. Sekitar pukul 13.00 WIB sudah ada warga yang menunjukkan gejala mual dan muntah. Baru pada sore hari menjelang maghrib ini mereka dibawa ke rumah sakit. Menurut informasi yang diperoleh dari Ibu Danung Sri Wulandari, MPH, Kepala Seksi Rawat Inap RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo pada hari Minggu pukul 21.14 WIB, jumlah total pasien adalah 45 orang dengan rincian 22 orang dengan rawat jalan, 23 orang rawat inap. Pasien dewasa 23 orang (rawat inap 8 orang), pasien anak-anak 22 orang (rawat inap 15 orang). Pasien dirawat di ruang Dahlia, Kenanga, Mawar dan Teratai. 

Penyuluhan Bahaya Narkoba di SMPN 8 Selat

Gambar
Berpose di depan sekolah sebelum penyuluhan dimulai Pada hari Sabtu, 8 September 2012 bertempat di SMPN 8 Selat, Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) bekerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kapuas menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Pengaruh Pergaulan Bebas Bagi Pelajar. Kegiatan ini selain dihadiri oleh para siswa, juga dihadiri oleh para guru yang ada disekolah tersebut. Kepala sekolah sangat mengharapkan agar kegiatan ini dapat diikuti oleh kegiatan-kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang lain seperti masalah Sekolah Sehat. Berikut ini video Mars Granat yang dibawakan oleh para siswa-siswi SMPN 8 Selat:

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas