Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sawah

The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Jalan-jalan di sawah di belakang Islamic Center Al-Amin Kapuas

Gambar
Pada hari Ahad, 12 Mei 2019, admin jalan-jalan ke sawah yang ada di belakang Islamic Center Al-Amin Kapuas. Jalan di sawah tersebut sangat becek, sehingga para petani yang bersawah di sana, umumnya melepas sendal ketika mereka masuk ke sawah. Menariknya di sawah tersebut ada aliran bawah tanah.

Mengetam padi dengan "ranggaman"

Mengetam padi menggunakan "ranggaman" (ani-ani) di Handil Usang A post shared by Jum'atil Fajar (@jumatilfajar) on Sep 2, 2017 at 7:27pm PDT Pada saat mampir di Langgar Baiturrahman, Handil Usang, Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas, admin melihat para petani sedang mengetam padi. Saat admin dekati salah seorang petani dan bertanya, "Apakah Ibu sedang mengetam dengan ani-ani?" Beliau menjawab, "Tidak." Admin menjadi bingung karena setahu admin alat yang sedang digunakan ibu tersebut namanya ani-ani. Admin lalu bertanya, "Apa nama alat yang sedang Ibu gunakan?" Beliau menjawab, "Ranggaman." Oh, jadi ani-ani itu bahasa Banjar-nya "ranggaman". 

Kelak Akan Menjadi Kenangan

Gambar
Sawah di Desa Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak Bila kita melakukan perjalanan dari Kuala Kapuas menuju ke Palingkau, maka disepanjang jalan, mulai dari Jalan Pemuda sampai ke Palingkau, kita akan mendapati di kiri kanan jalan masih banyak bentangan sawah seluas mata memandang. Sawah di tepi Jalan Pemuda, Kuala Kapuas Namun dari tahun ke tahun makin banyak bangunan yang dibangun diatas sawahini. Hal ini dapat dengan mudah kita lihat di Jalan Pemuda, Kuala Kapuas. Berbagai komplek perumahan sudah dibangun diatas sawah-sawah ini. Sawah di tepi Jalan Pemuda Kuala Kapuas Hal yang sama juga terjadi pada sawah-sawah di sepanjang desa menuju ke Palingkau, meskipun dengan kecepatan pembangunan perumahan yang lebih rendah. Suatu saat kelak, kita tidak akan melihat lagi sawah-sawah tersebut di tepi-tepi jalan kita, karena mereka sudah ditutupi oleh perumahan. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas