Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sawah

Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Jalan-jalan di sawah di belakang Islamic Center Al-Amin Kapuas

Gambar
Pada hari Ahad, 12 Mei 2019, admin jalan-jalan ke sawah yang ada di belakang Islamic Center Al-Amin Kapuas. Jalan di sawah tersebut sangat becek, sehingga para petani yang bersawah di sana, umumnya melepas sendal ketika mereka masuk ke sawah. Menariknya di sawah tersebut ada aliran bawah tanah.

Mengetam padi dengan "ranggaman"

Mengetam padi menggunakan "ranggaman" (ani-ani) di Handil Usang A post shared by Jum'atil Fajar (@jumatilfajar) on Sep 2, 2017 at 7:27pm PDT Pada saat mampir di Langgar Baiturrahman, Handil Usang, Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas, admin melihat para petani sedang mengetam padi. Saat admin dekati salah seorang petani dan bertanya, "Apakah Ibu sedang mengetam dengan ani-ani?" Beliau menjawab, "Tidak." Admin menjadi bingung karena setahu admin alat yang sedang digunakan ibu tersebut namanya ani-ani. Admin lalu bertanya, "Apa nama alat yang sedang Ibu gunakan?" Beliau menjawab, "Ranggaman." Oh, jadi ani-ani itu bahasa Banjar-nya "ranggaman". 

Kelak Akan Menjadi Kenangan

Gambar
Sawah di Desa Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak Bila kita melakukan perjalanan dari Kuala Kapuas menuju ke Palingkau, maka disepanjang jalan, mulai dari Jalan Pemuda sampai ke Palingkau, kita akan mendapati di kiri kanan jalan masih banyak bentangan sawah seluas mata memandang. Sawah di tepi Jalan Pemuda, Kuala Kapuas Namun dari tahun ke tahun makin banyak bangunan yang dibangun diatas sawahini. Hal ini dapat dengan mudah kita lihat di Jalan Pemuda, Kuala Kapuas. Berbagai komplek perumahan sudah dibangun diatas sawah-sawah ini. Sawah di tepi Jalan Pemuda Kuala Kapuas Hal yang sama juga terjadi pada sawah-sawah di sepanjang desa menuju ke Palingkau, meskipun dengan kecepatan pembangunan perumahan yang lebih rendah. Suatu saat kelak, kita tidak akan melihat lagi sawah-sawah tersebut di tepi-tepi jalan kita, karena mereka sudah ditutupi oleh perumahan. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)