Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Mengetam padi dengan "ranggaman"

A post shared by Jum'atil Fajar (@jumatilfajar) on


Pada saat mampir di Langgar Baiturrahman, Handil Usang, Selat Hulu, Kecamatan Selat, Kuala Kapuas, admin melihat para petani sedang mengetam padi. Saat admin dekati salah seorang petani dan bertanya, "Apakah Ibu sedang mengetam dengan ani-ani?" Beliau menjawab, "Tidak." Admin menjadi bingung karena setahu admin alat yang sedang digunakan ibu tersebut namanya ani-ani. Admin lalu bertanya, "Apa nama alat yang sedang Ibu gunakan?" Beliau menjawab, "Ranggaman." Oh, jadi ani-ani itu bahasa Banjar-nya "ranggaman". 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas