Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tafsir

Memahami Hadis tentang Perempuan Penghuni Neraka: Pentingnya Membaca Konteks

Gambar
Hadis yang menyebut perempuan sebagai mayoritas penghuni neraka sering menimbulkan pertanyaan. Apalagi, dalam riwayat yang sama, terdapat ungkapan yang lazim diterjemahkan sebagai “kurang akal dan agama”. Jika dibaca sepintas, ungkapan tersebut dapat menimbulkan kesan bahwa perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Bagaimana memahami hadis ini secara lebih utuh? Dalam program Real Talk dari Yaqeen Institute, Dr. Tesneem Alkiek bersama pembawa acara Cadar Mohamud membahas pertanyaan tersebut. Alkiek menekankan pentingnya memperhatikan konteks hadis, penjelasan yang menyertainya, serta kedudukan perempuan dalam tradisi keilmuan Islam. Pembahasan itu mengajak kita untuk memahami pesan hadis dengan cermat, sekaligus menghindari penggunaannya untuk merendahkan orang lain. Nasihat yang Disertai Jalan Perbaikan Hadis yang dibahas menceritakan Nabi Muhammad saw. mendatangi kelompok perempuan pada hari raya. Beliau mengajak mereka bersedekah dan menyampaikan peringatan tentang neraka. Ketika ...

Memahami Al-Qur’an lewat Nama-Nama Allah: Kunci Membaca dengan Hati yang Tenang

Gambar
  Sebagian dari kita pernah mengalami ini: membaca terjemahan Al-Qur’an, lalu merasa “kok ayat ini keras ya?” atau bingung ketika menemukan kisah kehancuran kaum terdahulu, peringatan neraka, atau larangan yang terasa berat. Akibatnya, ada yang jadi menjaga jarak dari Al-Qur’an—padahal kita yakin kitab ini adalah petunjuk dan rahmat. Sebuah tulisan dari Yaqeen Institute menjelaskan satu kunci penting agar pengalaman membaca Al-Qur’an menjadi lebih “nyambung”: kenali dulu siapa Allah yang “berbicara” dalam Al-Qur’an, terutama lewat nama-nama dan sifat-sifat-Nya . Saat “gambar Allah” di hati kita benar—bahwa Dia Mahapengasih, Mahaadil, Mahabijaksana, dan Maha menjaga—cara kita memahami ayat-ayat Al-Qur’an pun berubah.  Mengapa cara pandang kita menentukan “rasa” saat membaca? Penulis memberi analogi sederhana: bayangkan Anda tersesat dan menerima surat petunjuk. Jika Anda percaya pengirim surat itu sangat peduli, sangat cerdas, dan memahami keadaan Anda, Anda akan membaca surat ...

Kisah Musa dan Khidir - DR. Fahmi Islam Jiwanto

Setan membuat orang lupa terhadap hal-hal yang penting  Sebagian menganggap Khidir sebagai Nabi Imam Qurtubi - ilmu Khidir adalah untuk kasus-kasus khusus; ilmu Musa tentang masalah-masalah umum. Khidir mendapatkan Rahmat Allah - Kenabian Ilm min ladunna - mendapatkan wahyu dari Allah Imam Junaid - tariqat kita berada dalam koridor Qur'an dan Sunnah Karomah tertinggi adalah istiqomah sampai akhir Adab Musa ingin belajar dengan Khidr sangat baik Kesabaran itu terkait dengan kesabaran. Makin banyak informasi makin sabar. Dalam perjalanan minimal berdua Keputusan Khidir mengutamakan manfaat yang lebih besar dari mudharat yang ada Menunda penjelasan sampai waktu yang ditentukan Salah paham, pendapatnya tidak boleh dipegang Dugaan yang benar salahnya, tidak boleh jadi pegangan Orang yang mempunyai ilmu lebih didahulukan dari orang yang tidak punya ilmu Ketidakadaan ilmu bukan ilmu terhadap ketiadaan Orang memikirkan apa yang akan terjadi

Tafsir Surat Al-Kautsar

Gambar
Ustadz Amanto sedang menyampaikan arahan Oleh: Ustadz Amanto Surya Langka, Lc Diantara pengertian al-kautsar adalah nikmat yang sangat banyak atau telaga yang ada di surga. Kaidah mengatakan: arahan Qur'an untuk satu orang berlaku untuk seluruh umat. Kaidah ushul fiqh: yang dijadikan ibrah adalah keumuman lafaz bukan kekhususan sebab. Ketika Allah berfirman: Sesungguhnya kami telah memberikan kenikmatan yang begitu banyak kepada kita. Apa kenikmatan yang telah kita terima? Nikmat itu ada yang dapat kita rasakan dan tidak kita rasakan dan kita sering melupakannya. Makanya Allah mengakan: Maka nikmat apa lagi yang kamu dustakan? Banyak orang mengatakan musibah itu adalah dengan gunung meletus. Tapi musibah yang paling besar adalah musibah dalam agama: anak tidak taat, istri tidak taat, kesyirikan terjadi dimana-mana. Surat Al-Kahfi menjelaskan empat musibah yang sering kita alami dan sulit untuk dihindari, yaitu: Fitnah agama. Raja memaksa para pemuda untuk syirik. Pemuda...

Tafsir Menurut Riwayat Sahabat

Gambar
Oleh: Ustadz Suriani Jiddy, Lc Tafsir Al-Qur'an ada yang berdasarkan: Riwayat Qur'an Sunnah Sahabat Dirayat / Teknologi Akal Ceramah diatas menjelaskan pentingnya kita meyakini peran sahabat sebagai pihak yang merupakan satu kesatuan dengan Sunnah yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.

Tafsir Surat An-Naas

Oleh: Nou m an Ali Khan Qul memiliki beberapa keuntungan. Ini merupakan perintah dari Allah. Kita tidak bisa meminta pertolongan Allah kecuali kita berada dalam kepatuhan kepada Allah. Ketika Allah memerintahkan kita untuk mendeklarasikan bahwa kita meminta pertolongan dari Allah, maka ini membunuh ego kita. Ini menghancurkan nafs kita. Mengapa Allah menegaskan Rab Manusia, karena manusia yang memerlukan perlindungan dari was-was. Kata Rabb dalam bahasa Arab memiliki beberapa arti, diantaranya kepemilikan. Rabbul bait – pemilik rumah. Pengertian Rabb mencakup Malik. Kita memiliki sesuatu tetapi memiliki otoritas terbatas terhadapnya – misalnya punya mobil.

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"