Postingan

Menampilkan postingan dengan label Teluk Palinget

The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Jalan rusak di Teluk Palinget

Gambar
Video diatas menggambarkan kondisi kerusakan jalan di Teluk Palinget pada saat hujan dan sesudah hujan. Saat tidak ada kendaraan lain di jalan tersebut, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 7-8 menit. Ketika banyak kendaraan yang melewati jalan rusak ini, maka perjalanan dapat ditempuh dalam waktu 10-11 menit. Padahal jaraknya sekitar 1 kilometer saja.

Mobil mogok ditarik dari Teluk Palinget sampai Selat Tengah

Gambar
Saat mengendarai mobil dari Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas kembali ke Kuala Kapuas, di tengah jalan saya mencium bau yang kurang enak. Awalnya saya pikir mungkin ini bau dari mobil yang berpapasan atau bau dari hasil pembakaran di pinggir jalan. Tapi ketika sudah cukup jauh, baunya masih konstan saja intensitasnya. Saya lalu berusaha untuk melihat ke depan, ke belakang, ke samping untuk melihat apakah ada yang terbakar, tapi tidak terlihat apa-apa. Ketika sampai di Desa Teluk Palinget, Kecamata Pulau Petak, saya secara sekilas melihat ke "dashboard" mobil, saya kaget karena penunjuk suhu mesin, menunjukkan mesin sangat panas, walaupun masih di pita kuning. Saya lalu mencari tempat parkir. Kemudian saya membeli air mineral dalam botol besar, kemudian mengisi radiator yang tampak kosong. Rupanya airnya langsung kosong lagi. Saya mengisi sampai empat botol besar. Setelah saya perhatikan rupanya bocornya bukan pada radiator, tapi pada saluran dari radiator ke mesin yang ...

Truk kesulitan melewati jalan berlubang

Gambar
Kejadian diatas berlangsung pada hari Rabu, 6 April 2016 di Desa Teluk Palinget, Kecamatan Pulau Petak, Kuala Kapuas, sekitar pukul 07.15 WIB. Truk ini sempat berhenti di tengah jalan, kemudian supirnya turun untuk melihat posisi rodanya. Setelah yakin posisi rodanya aman, barulah truk ini jalan kembali. 

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas