Sabtu, 24 Agustus 2019

Mobil mogok ditarik dari Teluk Palinget sampai Selat Tengah

Saat mengendarai mobil dari Pondok Pesantren Al-Amin Kapuas kembali ke Kuala Kapuas, di tengah jalan saya mencium bau yang kurang enak. Awalnya saya pikir mungkin ini bau dari mobil yang berpapasan atau bau dari hasil pembakaran di pinggir jalan. Tapi ketika sudah cukup jauh, baunya masih konstan saja intensitasnya. Saya lalu berusaha untuk melihat ke depan, ke belakang, ke samping untuk melihat apakah ada yang terbakar, tapi tidak terlihat apa-apa.

Ketika sampai di Desa Teluk Palinget, Kecamata Pulau Petak, saya secara sekilas melihat ke "dashboard" mobil, saya kaget karena penunjuk suhu mesin, menunjukkan mesin sangat panas, walaupun masih di pita kuning. Saya lalu mencari tempat parkir. Kemudian saya membeli air mineral dalam botol besar, kemudian mengisi radiator yang tampak kosong. Rupanya airnya langsung kosong lagi. Saya mengisi sampai empat botol besar.

Setelah saya perhatikan rupanya bocornya bukan pada radiator, tapi pada saluran dari radiator ke mesin yang bocor.

Saya lalu menelpon Pak Rasyid, salah satu teknisi di Bengkel Jawara. Beliau menjemput saya di Teluk Palinget. Jadi mobil tersebut ditarik dari Teluk Palinget sampai ke Selat Tengah.

2 komentar:

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!