The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Sanggar Lukis - Dion Arts

Sanggar Lukis Dion Arts
Sanggar Lukis ini terletak di Jalan Trans Kalimantan Km. 11, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Bapak Dion dapat dihubungi pada nomor HP 081251023727. Beliau menerima pesanan untuk membuat lukisan berdasarkan foto yang dikirim oleh pemesan. Beliau juga menerima permintaan lukisan dinding rumah, dimana beliau sendiri yang akan datang ke rumah yang bersangkutan.
Hasil karya Dion Arts
Selain lukisan di kanvas dan di dinding rumah, beliau juga bisa membuat lukisan pada badan kendaraan bermotor. Beliau sudah memulai usaha ini sejak masih bujang. Tiga tahun yang lalu, beliau pindah ke Basarang dan meneruskan usaha ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas