The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Sanggar Lukis - Dion Arts

Sanggar Lukis Dion Arts
Sanggar Lukis ini terletak di Jalan Trans Kalimantan Km. 11, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Bapak Dion dapat dihubungi pada nomor HP 081251023727. Beliau menerima pesanan untuk membuat lukisan berdasarkan foto yang dikirim oleh pemesan. Beliau juga menerima permintaan lukisan dinding rumah, dimana beliau sendiri yang akan datang ke rumah yang bersangkutan.
Hasil karya Dion Arts
Selain lukisan di kanvas dan di dinding rumah, beliau juga bisa membuat lukisan pada badan kendaraan bermotor. Beliau sudah memulai usaha ini sejak masih bujang. Tiga tahun yang lalu, beliau pindah ke Basarang dan meneruskan usaha ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas