Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Sanggar Lukis - Dion Arts

Sanggar Lukis Dion Arts
Sanggar Lukis ini terletak di Jalan Trans Kalimantan Km. 11, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Bapak Dion dapat dihubungi pada nomor HP 081251023727. Beliau menerima pesanan untuk membuat lukisan berdasarkan foto yang dikirim oleh pemesan. Beliau juga menerima permintaan lukisan dinding rumah, dimana beliau sendiri yang akan datang ke rumah yang bersangkutan.
Hasil karya Dion Arts
Selain lukisan di kanvas dan di dinding rumah, beliau juga bisa membuat lukisan pada badan kendaraan bermotor. Beliau sudah memulai usaha ini sejak masih bujang. Tiga tahun yang lalu, beliau pindah ke Basarang dan meneruskan usaha ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"