Sabtu, 12 Agustus 2017

Pembahasan Hadits ke-4 - Arba'in Nawawi - Ustadz Suriani Jiddy, Lc


Dari Abu Abdurrahman dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah menyampaikan: sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan di perut ibunya dalam bentuk mani – darah – daging – ditiupkan ruh. 4 perkara: rizki, amal, sengsara, bahagia. Perbuatan ahli surga, dia melakukan perbuatan ahli neraka à masuk neraka. Perbuatan ahli neraka, dia melakukan perbuatan ahli  surga à masuk surga

Mutiara hikmah Ibnu Mas’ud – yang dicontoh adalah orang yang sudah meninggal dunia, mereka adalah para sahabat Rasulullah, mereka adalah generasi terbaik dari umat ini, hatinya paling bersih, ilmunya paling dalam, Allah SWT memilih mereka untuk menyertai nabinya dan menegakkan agamanya, kenalilah keutamaan, ikutilah jejak langkah mereka, dan ikutilah kepribadian mereka karena mereka berada dalam petunjuk yang lurus.

Yang disebut jama’ah adalah apapun yang sesuai dengan kebenaran meskipun engkau seorang diri.
Seorang mukmin tidak memiliki istirahat sampai menemui Allah SWT.
Iman itu ada dua, setengahnya iman, setengahnya kufur.

Tidaklah engkau berbicara dengan sesuatu kaum dengan pembicaraan yang tidak dimengerti oleh akalnya melainkan itu akan menjadi fitnah bagi mereka.

Janganlah engkau terburu-buru engkau memuji atau menyalahkan seseorang, bisa jadi dia akan menyakitimu.

Sesungguhnya hati ini ibarat bejana, sibukkan dirimu dengan mengisinya dengan Qur’an, jangan dengan selain Qur’an.

Sesungguhnya termasuk sikap rendah hati adalah engkau memulai salam.

Tidak ada yang layak dipenjarakan daripada lisan.

Cukuplah rasa takut kepada Allah itu disebut sebagai ilmu dan kesombongan itu adalah suatu kebodohan.

Kesabaran adalah setengah keimanan sedangkan keyakinan adalah keseluruhan dari keimanan itu.

Sikap sederhana dalam mengamalkan sunnah adalah lebih baik daripada melakukan perbuatan bid’ah.

Keutamaan Abdullah bin Mas’ud

Ulama mengatakan, belum sempurna keimanan kita sebelum kita mencintai para sahabat r.a.

Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.  (Q.S. At Taubah, 9: 100)

Secara eksplisit nama Abdullah bin Mas’ud tidak sebutkan dalam ayat ini. Ayat-ayat Qur’an tidak menyebutkan mereka dengan sebutan keutamaan yang mereka miliki, kecuali satu yaitu Zaid bin Haritsah berkenaan dengan hukum adopsi. Turun ayat Qur’an yang membatalkan hukum adopsi.

Ayat yang berkaitan dengan Abdullah bin Mas’ud adalah „assabiquunal awwalun”. Beliau adalah yang pertama kali berani membacakan Qur’an secara terang-terangan di tengah-tengah kaum Quraisy. Beliau dipukuli oleh orang-orang Quraisy.

Setelah menyebut nama sahabat kita ikuti dengan do’a – radiyallahu ‘anhu. Ini adalah kesepakatan para ulama.

Orang-orang yang diridhoi Allah akan masuk surga.

Ambillah bacaan Qur’an dari empat orang, dari Abdullah bin Mas’ud, Salim Maula abi Huzaifah, Ubai bin Ka’ab dan Mu’adz bin Jabal.

Dari Ali bin Abi Thalib dia berkata: Rasulullah SAW pernah menyuruh Abdullah bin Mas’ud  untuk memanjat kurma. Ketika mereka melihat betis beliau yang kecil mereka tertawa. Ketika ditanyakan Rasulullah mengapa mereka tertawa. Mereka mentertawakan kecilnya betis Abdullah bin Mas’ud. Rasulullah mengatakan bahwa di hari akhir, betisnya Abdullah bin Mas’ud lebih berat dari Bukit Uhud.
Kisah Hatib bin Abi Balta’ah yang berkaitan dengan Abdullah bin Mas’ud

Hatib bin Abi Balta’ah mengirim surat kepada orang Quraisy yang mengabarkan bahwa akan ada penaklukan Mekah. Surat ini dibawa oleh seorang wanita dan disimpan di gelungan rambutnya. Allah memberitahukan Rasulullah tentang apa yang dilakukan oleh Hatib ini. Rasulullah menyuruh Ali untuk menyusul wanita ini. Setelah mengancam wanita ini dengan menelanjanginya, maka wanita tersebut menyerahkan wanita tersebut. Ali langsung menyerahkan surat tersebut kepada Rasulullah. Rasulullah menanyakan kepada Hatib bin Abi Balta’ah tentang hal tersebut. Hatib mengatakan bahwa dia tidak murtad, beliau menjelaskan bahwa keluarganya di Mekah tidak ada orang yang melindungi kerabatnya disana. Dia ingin ada orang yang melindungi kerabatnya. Umar ingin memenggal lehernya. Rasulullah menjawab: sesungguhnya Hatib pernah ikut perang Badr, Allah pernah berfirman: Berbuatlah sesuka kalian karena kalian sudah aku ampuni. Umar menangis sambil mengatakan: Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.
Apa hubungannya dengan Abdullah bin Mas‘ud? Beliau juga veteran Perang Badr.

Kandungan Hadits

Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaan dalam perut ibu kalian dalam bentuk nutfah selama 40 hari. Nutfah berubah menjadi segumpal darah (mudghah). Kemudian setelah empat puluh dari berikutnya menjadi segumpal daging (‚alaqah). Kemudian diutus kepada jabang bayi yang berumur 120 hari, seorang malaikat diutus untuk meniupkan ruh.

Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.  (Q.S. An Nahl, 16: 4)

Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!  (Q.S. Yasin, 36: 77)

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat.  (Q.S. Al Insaan, 2)

Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. (Q.S. Ath-Thaariq 5-7)

Dialah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).  (Q.S. Al Mu’min, 40: 67)

Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.  (Q.S. As-Sajdah, 32: 7-9)

Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah.  (Q.S. Al-Hajj, 22: 5)

Teori Evolusi

Kita hidup dalam kekuasaan peradaban Barat yang ingin agar kita jauh dari Allah dan jauh dari agama. Diantara yang menjauhkan kita dari agama adalah teori evolusi. Banyak ilmuwan yang mengatakan bahwa nenek moyang purba adalah nenek moyang kita sekarang. Kemudian mengalami evolusi, sehingga menjadi manusia sempurna.


Buku – Keruntuhan Teori Darwin oleh Harun Yahya