IBI Cabang Kapuas Gelar Bakti Sosial, Sasar Ibu Hamil dan Masyarakat Prasejahtera
Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kapuas kembali menunjukkan aksi nyata kepedulian sosial melalui kegiatan bakti sosial yang menyasar kelompok rentan. Kegiatan ini difokuskan untuk memberikan dukungan moril dan materiil kepada ibu hamil, ibu bersalin, serta ibu nifas yang berasal dari keluarga kurang mampu. Langkah ini merupakan bentuk dedikasi para bidan di Kapuas dalam menjalankan peran sosialnya di luar tugas rutin medis di fasilitas kesehatan. Dalam pelaksanaannya, IBI Cabang Kapuas menyalurkan berbagai bantuan paket nutrisi dan kebutuhan pokok guna memastikan asupan gizi ibu dan bayi tetap terjaga. Selain pemberian bantuan fisik, para bidan juga memberikan layanan pemeriksaan kesehatan gratis dan edukasi mengenai pentingnya perawatan masa nifas serta pemberian ASI eksklusif. Hal ini dilakukan untuk menekan risiko komplikasi pasca-persalinan yang sering kali luput dari perhatian masyarakat di daerah terpencil. Ketua IBI Cabang Kapuas menegaskan bahwa agenda ...
"..Ke daerah pedalaman Kalteng mana saja Mr,Muji menjajakkan kaki????
BalasHapusTentang Kisah di bawah ini sama sekali tidak benar..Kami dari pihak pribadi Sanggar tari Riak Nyalong tidak pernah sama sekali mengalami kejadian seperti terkisah di bawah...Lagi pula Mr.Muji bukanlah Koreografer tari,terutama di dalam kepengurusan Sanggar Tari Riak Nyalong!!
Mr.Muji hanyalah pemain gendang pengganti dalam pemusik.Coba telaah kembali & cek secara benar,dalam mewawancarai seseorang..Terima kasih.." by.DeVa
Kisah menarik lain adalah ketika tampil dalam acara Natal, waktu itu beliau menggunakan alat musik gambus. Setelah tampil, beliau diprotes oleh pengundang, mengapa menampilkan alat musik yang bernuansa Islam. Waktu itu beliau kalah argumentasi. Setelah mempelajari literatur Kristen, beliau menemukan bahwa orang-orang Kristen dalam pestanya juga menggunakan gambus, rebana, rebab sebagai alat musik.
Terima kasih atas informasi dan koreksinya, kalau boleh, bisa nggak kami ngobrol sama Putra Tentara Lawung (DeVa)
BalasHapus