Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Puskesmas Keliling Tahun 1930-an

Before a mission doctor sets out on his journey (1927/1938)
Keterangan tambahan untuk foto diatas: Dokter misionaris kami, Dr. Vischer, telah selesai mengobati orang sakit dalam perjalanannya. Saat ini obat-obatan dan peralatannya dipaket secara cepat ke dalam kotak metal dan dibawa melintasi kayu kecil ke lanting dan klotok, jadi dia dapat melanjutkan perjalanan ke desa berikutnya.

Sebagaimana layaknya pelayanan kesehatan di daerah perairan, pelayanan kesehatan ke desa-desa (sekarang disebut Puskesmas Keliling) dilakukan dengan menggunakan perahu bermotor (klotok). Petugas kesehatan harus mempersiapkan obat-obatan dan peralatan yang dibutuhkan dalam pelayanan kesehatan tersebut dan memuatnya ke dalam klotok, sebagaimana ditunjukkan dalam gambar diatas dan dibawah ini.


Dr Vischer's motor boat (1927/1938)
Kunjungan dari desa ke desa dilakukan dengan menggunakan klotok. Klotok ini akan mampir disetiap desa, kemudian memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. Bila ada warga masyarakat yang memerlukan rujukan ke puskesmas atau rumah sakit, maka mereka juga dirujuk dengan menggunakan klotok. Jadi hampir semua kegiatan transportasi menggunakan klotok.
Dr Vischer in the motor boat Barimba (1930)
Kegiatan Puskesmas Keliling (Pusling) ini biasanya ditujukan ke desa-desa yang tidak memiliki sarana dan petugas kesehatan. Apalagi di tahun 1930-an ini sarana kesehatan yang tersedia di Kuala Kapuas hanya RS Hanggulan Sinta yang menangani beberapa jalur sungai diantaranya Sungai Kapuas dan Sungai Kahayan. Jadi kegiatan pusling ini sangat membantu masyarakat yang jauh dari sarana pelayanan kesehatan.


Catatan: 
Bila ada yang ingin memesan atau mencetak foto kuno diatas, dapat menghubungi:
mission 21 
evangelisches missionswerk basel 
Barbara Frey Näf 
Missionsstrasse 21, CH-4003 Basel 
Tel: +41 61 260 23 09; Fax: +41 61 260 22 68 
eMail: barbara.frey@mission-21.org 
http://www.mission-21.org/ 
http://www.bildungszentrum-21.ch/

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas