MDMC dan Lazismu PDM Kapuas Resmi Luncurkan Layanan Ambulans Gratis
KUALA KAPUAS – Majelis Penanggulangan Bencana Kesehatan (MDMC) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas resmi meluncurkan layanan unit ambulans baru. Inisiatif ini hadir sebagai bentuk nyata kepedulian organisasi terhadap pemenuhan kebutuhan transportasi medis masyarakat, khususnya bagi warga yang sedang mengalami kondisi darurat atau membutuhkan mobilisasi ke fasilitas kesehatan. Kehadiran unit ambulans ini bertujuan untuk mempercepat akses layanan kesehatan di wilayah Kapuas dan sekitarnya. Dengan armada yang siap siaga, MDMC dan Lazismu berharap dapat meringankan beban ekonomi keluarga pasien, mengingat layanan ini difokuskan untuk membantu warga yang membutuhkan tanpa memberatkan dari segi biaya operasional yang tinggi. Pihak PDM Kapuas menyatakan bahwa pengelolaan ambulans ini akan dilakukan secara profesional dan transparan. Selain untuk mengantar pasien sakit, armada ini juga disiapkan untuk m...
Sayang ya, padahal menurut cerita bapak saya Eko Sudihanto, dulu ketika bapak menjadi salah seorang guru perdana di sekolah ini sering bercerita, betapa sekolah ini menjadi sekolah yang dibanggakannya dan dicari oleh siswa hingga saat itu sekolah dikirimi siswa dari luar Kapuas.
BalasHapusBapakku cerita bahwa saat dikirim ke Kapuas beliau harus mengajar dengan menjinjing sepatunya untuk dapat sampai ke tempat mengajarnya. Bagaimana saat sekolah ini masih separuh badan, sampai saatnya menerima angkatan pertama, kemudian ikut bertanding lomba dan selalu menang dan menjadi sekolah yang disegani sekolah lain. Terus bagaimana beliau dengan kawan-kawan yang dikirim dari jawa sebagai guru babad alas dan memiliki keinginan besaar untuk mengabdi dan menjadikan sekolah ini nomor satu. Begitu juga saat beliau pergi dengan berat hati tetapi tetap yakin bahwa sekolah ini akan menjadi sekolah besar di Kalimantan Tengah di masa datang.
Saat inipun kalau bercerita tetap bahwa betapa susah waktu itu, tetapi menjadi cerita hidup dari kehidupan yang tidak akan pernah terlupakan sebagai seorang umar bakri yang pernah berjuang di daerah hutan saat itu.
Semoga SMKN 3 Kuala Kapuas dapat bangkit lagi, menata dan mengelola diri mengembalikan kejayaan masa dulu bersama orang-orang saat ini, seperti bapakku yang diusianya kini tetap terus berangkat pagi tak jarang pula subuh, pulang telah larut ikut mengelola SMK Negeri 2 Subang bersama teman-teman seperjuangannya dari Kuala Kapuas dengan cita-cita luhur yang sama. Semoga... Salam kami untuk bapak dan ibu kami yang berjuang saat ini di Kuala Kapuas, dari putera-putera bapak kami. Selamat berjuang, ubahlah kembali SMKN 3 Kuala Kapuas menjadi sekolah termaju.