The Salahuddin Generation (Ep. 5): 3.000 Penunggang ke Mesir—Misi Mustahil yang Membuka Panggung Salahuddin (

Gambar
  Episode 5 membawa kita ke bab paling menegangkan: perebutan Mesir —negeri besar yang kaya sumber daya, tetapi saat itu rapuh dari dalam. Nur ad-Din Zengi sudah berhasil menyatukan Syam (Mosul–Aleppo–Damaskus). Kini pertanyaannya berubah: apakah Mesir akan jatuh ke tangan pasukan salib, atau menjadi pilar kebangkitan umat? Jawabannya dimulai dari sebuah keputusan “nekat tapi terukur”: 3.000 penunggang kuda menyeberangi Sinai dalam kampanye kilat. 1) Mesir yang Rapuh: 14 Wazir dalam Setahun, Negara Hampir Runtuh Narasi dibuka dengan situasi Mesir di bawah Dinasti Ismailiyah: konflik internal tak berkesudahan. Dalam satu tahun, disebutkan terjadi pergantian wazir berkali-kali (bahkan sampai belasan). Negara besar ini tampak kaya , tetapi keropos dari pusat kekuasaan . Di titik rapuh seperti itu, pasukan salib melihat “buah yang menggantung rendah”: mudah dipetik bila tidak ada yang mengamankan. 2) Tawaran Shawar: “Bantu Saya Kembali Berkuasa, Mesir Jadi Sekutu” Seorang toko...

Menambang emas di Kapuas

Gold washer near Kwala Kapuas
Kegiatan menambang emas sudah sejak dulu dilakukan oleh masyarakat di Kapuas. Gambar diatas yang diambil oleh Bär, Gottlob (Mr) pada tahun 1932, menunjukkan bahwa sejak dulu Kapuas memang cukup dikenal dengan emasnya. Sampai sekarang pun kegiatan penambangan emas masih berlangsung. Namun masyarakat yang mencari emas makin menuju ke daerah hulu. Diantara efek negatif dari penambangan emas ini adalah masuknya air raksa ke air sungai, sungai menjadi keruh, terjadi pendangkalan beberapa bagian sungai karena pemindahan tanah atau pasir ke bagian lain dari sungai yang disedot.


Washing for gold
Washing for gold in the river

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas