Ketua TP-PKK dan Kader Posyandu Desa Saka Lagun Akan Turunkan Stunting

Gambar
  Sei Tatas, 21 Mei 2024 Ketua Tim Penggerak-PKK dan Kader Posyandu Saka Lagun mengikuti Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Lokal yang diselenggarakan oleh UPT. Puskesmas Sei Tatas. Tujuan dari kegiatan ini adalah  untuk meningkatkan status gizi balita dan ibu hamil dengan kurang energi kronis  (KEK). Diharapkan dengan adanya kegiatan ini kader-kader posyandu mampu membuat PMT berbahan bahan lokal yang tersedia di sekitar desa. Program Pemberian Makanan Tambahan Berbahan Lokal (PMT Lokal) digagas oleh Kementerian Kesehatan melalui anggaran Dana Alokasi Khusus Non Fisik Bidang Kesehatan. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam menurunkan angka stunting. Gambar dan tulisan dikirim oleh Bapak M. Hipni

Pengasapan/fogging Massal 2010


Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Sejak tahun 1986 jumlah kasusnya cenderung meningkat dan penyebarannya bertambah luas. Keadaan ini erat kaitannya dengan peningkatan mobilitas penduduk sejalan dengan semakin lancarnya hubungan transportasi serta tersebarluasnya virus dengue dan nyamuk penularnya (Aedes aegypti) di berbagai wilayah di Indonesia (Kemenkes RI, 2005).

Untuk membasmi penyakit ini belum ada obatnya. Cara yang dianggap paling tepat untuk memberantas vektor nyamuk adalah dengan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah dengue (PSN DBD). Mengingat nyamuk ini tersebar luas di seluruh tanah air maka upaya pemberantasan tidak hanya merupakan tugas pemerintah (tenaga kesehatan) saja tetapi harus didukung oleh peran serta masyarakat.

Menurut data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, pada tahun 2007 terdapat 37 kasus DBD, tahun 2008 terdapat 59 kasus dan pada tahun 2009 terjadi KLB (Kejadian Luar Biasa) DBD dengan 153 kasus dengan 1 orang meninggal dunia. Dan pada tahun 2010 (sampai dengan bulan November) kasus DBD sebanyak 281 dengan 2 orang meninggal.

Dalam rangka pengendalian dan pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti di Kabupaten Kapuas khususnya di wilayah kota Kuala Kapuas, maka dilaksanakan pengasapan atau fogging massal. Pelaksanaan fogging dilaksanakan diseluruh wilayah kelurahan dan desa di kota Kuala Kapuas (Kelurahan Selat Hilir, Selat Tengah, Selat Hulu, Selat Dalam dan Desa Pulau Telo). Fogging dimulai pada tanggal 22 November 2010 dan dilaksanakan selama 2 (dua) siklus.

Fogging dilaksanakan dengan memakai mesin swing fog untuk rumah – rumah yang berada dalam gang dan untuk rumah yang berada dilokasi jalan besar dilakukan pengasapan dengan memaki mesin ULV (Ultra low Volume).

Sebelum pelaksanaan fogging, dilakukan penyebarluasan informasi ke seluruh kelurahan dan desa di wilayah kota Kuala Kapuas. Selain itu dilaksanakan pemberitahuan akan adanya pengasapan dengan mobil keliling.
Untuk membasmi penyebaran nyamuk penyebar penyakit DBD selain pengasapan dengan insektisida (Malathion dan Cynoff) juga dilakukan pemberian abate (obat pembasmi jentik) kepada seluruh warga secara gratis.

Tenaga pelaksana fogging adalah dari Dinas Kesehatan dan puskesmas. Untuk pelaksanaan pembagian abate adalah dari Dinas Kesehatan juga melibatkan tenaga PMR (Palang Merah Remaja) Kabupaten Kapuas.
Untuk mencegah penyebaran penyakit DBD, peran serta masyarakat sangat diharapkan dengan menjaga kebersihan lingkungan dengan 3 M yaitu : Menguras (dan menyikat) bak mandi, bak WC, dan lain – lain; Menutup tempat penampungan air rumah tangga (tempayan, drum dll) serta; Mengubur, menyingkirkan atau memusnahkan barang – barang bekas (seperti kaleng, ban dan lain – lain). Selain itu bisa dilakukan dengan memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan kepala timah, ikan gupi, ikan cupang (kelatao).

By : Bambang Edy Wicaksono, SKM., MSc (PH).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan