Antara Impian Sepak Bola dan Kalam Allah: Kisah Inspiratif Qari Ibrahim Kembali Memeluk Al-Quran

Gambar
  Bayangkan Anda berada di puncak impian masa muda. Sebuah beasiswa dua tahun di akademi sepak bola ternama ada di depan mata—sebuah tiket emas menuju karir profesional. Namun, pada saat yang sama, sebuah kesedihan mendalam menghantam hati: Anda telah melupakan Al-Quran yang pernah Anda hafal di luar kepala. Pilihan mana yang akan Anda ambil? Inilah dilema yang dihadapi oleh Qari Ibrahim Idris, seorang pemuda yang perjalanannya dengan Al-Quran menjadi sumber inspirasi bagi jutaan orang. Kisahnya adalah bukti nyata bahwa pengorbanan untuk Allah tidak akan pernah sia-sia, dan cinta pada Al-Quran dapat mengubah jalan hidup seseorang dengan cara yang paling menakjubkan. Perjalanan yang Hilang dan Ditemukan Kembali Di bawah bimbingan ayahnya, Qari Ibrahim menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Quran pada usia 12 tahun di London, Inggris. Tumbuh di lingkungan di mana kakaknya juga seorang hafiz, menghafal Al-Quran terasa seperti rutinitas yang wajar baginya. Namun, layaknya anak muda, tujuannya...

Penjual Es Krim Campina keliling

Bapak ini baru seminggu berjualan es krim Campina. Dalam sehari dia bisa membawa es krim sebanyak sekitar seratus buah. Sebenarnya es krim ini memiliki kisaran harga yang cukup besar yaitu mulai dari Rp 2.500 sampai Rp 33.000. Tapi es krim yang harganya mahal tidak tersedia, karena jarang pembelinya. Dalam sehari es krim tersebut bisa habis terjual atau tidak. Tempat penyimpanan es krim ini dilengkapi dengan beberapa cold box sehingga es krim tahan berada di dalam kotak ini seharian. Pusat es krim Campina untuk Kapuas berada di Jalan Kapuas, Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas