The Salahuddin Generation (Ep. 9) — One Sultan vs. All of Europe - Saat Kemenangan Justru Mengundang Perang Baru

Gambar
  Kita sering mengira kemenangan adalah garis finish. Padahal dalam banyak perjuangan—dakwah, kepemimpinan, bahkan perubahan diri—kemenangan justru mengundang babak berikutnya: serangan balik . Episode ini menunjukkan satu prinsip besar yang jarang disadari: “Victory does not end wars. It invites them.” Kemenangan tidak otomatis mengakhiri perang—ia sering memanggil perang yang lebih besar . Setelah Yerusalem dibebaskan, umat bergembira. Namun Salahuddin membaca kenyataan yang pahit: musuh belum habis—yang baru mulai adalah perang sesungguhnya. 1) Prinsip Serangan Balik: Setelah Menang, Musuh Tidak Diam Salahuddin memahami, tentara Salib di Syam bukan berdiri sendiri. Mereka punya “suplai superpower”: Eropa —yang bisa mengirim pasukan, senjata, logistik, mesin pengepungan, dan kapal-kapal perang kapan saja. Maka kemenangan besar atas pasukan Salib lokal bukan akhir cerita. Itu adalah pemicu : Eropa akan tersentak, harga diri mereka terpukul, dan mereka akan mengir...

Penjual Es Krim Campina keliling

Bapak ini baru seminggu berjualan es krim Campina. Dalam sehari dia bisa membawa es krim sebanyak sekitar seratus buah. Sebenarnya es krim ini memiliki kisaran harga yang cukup besar yaitu mulai dari Rp 2.500 sampai Rp 33.000. Tapi es krim yang harganya mahal tidak tersedia, karena jarang pembelinya. Dalam sehari es krim tersebut bisa habis terjual atau tidak. Tempat penyimpanan es krim ini dilengkapi dengan beberapa cold box sehingga es krim tahan berada di dalam kotak ini seharian. Pusat es krim Campina untuk Kapuas berada di Jalan Kapuas, Kelurahan Selat Hulu, Kecamatan Selat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas