Menyusuri Kubah Guru Hamdi di Handel II Pangkalan Sari: Jejak Seorang Qori dan Pendiri Pesantren di Basarang

Gambar
  Musholla Miftahussalam Oleh: Jum'atil Fajar | Informasi Kapuas Di berbagai pelosok Kabupaten Kapuas masih tersimpan jejak para tokoh agama yang telah berkontribusi dalam penyebaran Islam dan pendidikan keagamaan. Sayangnya, tidak semua kisah mereka terdokumentasikan dengan baik. Salah satu jejak tersebut adalah Kubah Guru Hamdi yang berada di Handel II, Desa Pangkalan Sari, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah . Rasa penasaran terhadap tempat ini membawa saya melakukan perjalanan singkat pada Minggu, 14 Juni 2026, saat dalam perjalanan dari Pulang Pisau menuju Kuala Kapuas. Berawal dari Sebuah Papan Petunjuk Ketika melintas di Jalan Trans Kalimantan, saya berbelok ke kiri menuju kawasan Desa Bungai Jaya. Dari sana perjalanan dilanjutkan dengan berbelok ke kanan melewati Poskesdes Bungai Jaya. Tidak lama kemudian saya tiba di sebuah perempatan jalan. Di sana terdapat sebuah papan petunjuk bertuliskan "Kubah Guru Hamdi" lengkap dengan tanda pana...

Keramat Buhai - Sei Basirih

Ungkapan "keramat" ini muncul ketika admin menanyakan kepada Bapak Andre (pemancing ikan yang tinggal di muara Sei Basirih) mengenai lokasi di bawah ini:
Muara Sei Basirih
Beliau langsung menjawab bahwa ada lokasi keramat di darat yang berhubungan dengan lokasi diatas. Beliau bercerita bahwa dilokasi ini ada buayanya, yang muncul pada saat-saat genting sebagai isyarat. Beliau menyarankan kepada admin untuk melihat keramat tersebut. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang keramat tersebut bisa menghubungi Bapak beliau yang tinggal di darat juga.

Setelah itu admin pamit, kemudian menuju rumah orang tua Pak Andre. Sayangnya beliau sedang ke ladang. Akhirnya admin diantar oleh Bapak Andre menuju ke lokasi keramat tersebut. Dilokasi tersebut kita disambut oleh pintu gerbang:
Pintu gerbang Keramat Buhai - Sei Basirih
Setelah melewati jembatan, maka kita akan melihat keramat yang dimaksud yaitu tempat memberikan sesaji yang dilengkapi dengan tempat untuk menunggu:
Lokasi Keramat Buhai
Tempat ini dipenuhi dengan kain kuning yang merupakan tanda khas, bahwa ditempat tersebut merupakan tempat untuk memberi sesaji kepada makhluk halus (jin). Bila kita memasuki kawasan keramat tersebut, maka kita akan melihat lebih dekat tempat memberikan sesaji tersebut:
Tempat memberikan sesaji di Keramat Buhai
Tempat ini berupa rumah panggung kecil yang dilengkapi dengan tangga. Menurut keterangan Bapak Andre, pada awalnya tempat sesaji ini tidak memiliki dinding, tetapi setelah direnovasi, dan usulan dari berbagai pihak, akhirnya tempat ini diberikan dinding. Pada sisi kanan dan kiri tempat sesaji ini terdapat ukiran naga. Selain itu juga terdapat hadiah dari orang Bali yang pernah berkunjung ke tempat ini. Orang-orang yang berkunjung ke sini, biasanya mereka memiliki hajat yang ingin dikabulkan. Mereka akan memberikan sesaji agar hajat mereka bisa dikabulkan. Bagi mereka yang sudah lama sakit, disediakan tempat untuk mandi di Sei Basirih. Didepan tempat sesaji ini juga terdapat ruang tunggu sederhana yang dibalut dengan kain kuning:
Ruang tunggu di Keramat Buhai

Berikut ini adalah klip video kunjungan ke Keramat Buhai:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas