The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”
Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...
sangat bagus budidaya ikan patin dikapuas dan hasilnya sangat memuaskan .....
BalasHapussaya mau tanya apakah bibit ikan patin itu ngga dijual kemasyarakat yg memerlukan dan hanya terfokus utk petambak yg sdh berkali kali berhasil,soalnya apa saya pernah mendatangi BBI sm tempat personel yg mengelola bibit patin tdak dilayani dgn alasan macam2..contoh alasan masih kecil2,menunda penjualan mlah ada satu pegawai perikanan yg mengelola bibit patin bealasan kurang lebih demikian.....kasian dong sama masyarakat.
sarang walet menjamur dikapuas.,adakah izinya dr pemkab kapuas...?
BalasHapusvideo ikan patin itu dimana,banyak banget..aku suka itu
BalasHapus@ariskps: untuk benih ikan, tempat yang saya kunjungi ini juga menjual benih ikan patin, bisa kontak Pak Singkir
BalasHapus@basuki: untuk mendirikan walet di Kapuas harus ada persetujuan masyarakat setempat dan ijin dari Badan Pelayan Perijinan Terpadu. Untuk video ikan patin diatas, diambil di Desa Basarang.
Bisa kasih no TLP atau wa nya kah ko
BalasHapus