Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Yayasan Petak Danum menggugat

Satu hari sesudah surat dari Yayasan Petak Danum dimuat di Redd-monitor.org baliho diatas dipasang. Surat dari Yayasan Petak Danum tersebut ditujukan kepada delegasi dari Australia yang berkunjung ke Kabupaten Kapuas dalam rangka program Kalimantan Forests and Climate Partnership (KFCP). Surat tersebut menggugat proyek yang kurang mengikutsertakan masyarakat dalam implementasi proyek dan juga menggugat pendamping dari proyek tersebut. Surat tersebut meminta agar program ini ditunda, sampai hal-hal yang mereka sampaikan bisa ditindaklanjuti. Surat tersebut selain ditanda tangani oleh Yayasan Petak Danum, juga ditandatangani oleh Walhi, Jikalahari, Mitra LH Kalteng, Sarekat Hijau Indonesia, Climatejustice, Sawit Watch, Save Our Borneo, Pusaka, HuMa dan Kelompok Kerja Sistem Kehutanan Rakyat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"