Muhammadiyah Kapuas Nyatakan Dukungan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria

Gambar
  Kuala Kapuas – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Lazismu, Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU), dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) menyatakan komitmennya dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM). Pernyataan dukungan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pertemuan Forum Kemitraan Pencegahan dan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria yang dilaksanakan di Hotel Fovere Kapuas. Dalam kesempatan tersebut, Ketua PDM Kapuas melalui Lazismu menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam mendukung program-program kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan oleh Lazismu bersama MPKU dan MDMC. Ketua Lazismu Kapuas menjelaskan bahwa Lazismu memiliki enam pilar program utama, salah satunya adalah Pilar Kesehatan. Melalui pilar ini, Lazismu secara rutin melaksanakan ke...

Sekelumit tentang Family Health and Nutritiion Project

(With courtesy from Asian Development Bank)
Dari Desa Tajepan, di desa pedalaman Provinsi Kalimantan Tengah, Sungai Kapuas memberi kehidupan dan mata pencaharian - sebagaimana juga menyebabkan kematian dan penyakit.

Buruh tani dan nelayan, tinggal di rumah sederhana di tepi sungai, mengandalkan sungai sebagai penghasilan dan nafkah. Mereka menggunakan sungai untuk mencuci baju dan piring, mandi, dan minum. Tetapi sungai juga digunakan untuk buang air besar dan tempat pembuangan sampah.

"Saya sudah tahan terhadap berbagai masalah yang berasal dari air sungai" ungkap Basrah, yang tinggal bersama keluarganya diatas rumah kayu diatas sungai. Dibelakang rumahnya ada tempat di pinggir sungai dimana dia mengumpulkan semua air untuk minum dan mencuci. Tepat diatasnya ada WC cemplung dengan lubang kecil yang dibawahnya mengalir air sungai yang berwarna coklat.

Berumur sekitar 30 tahun - dia tidak tahu berapa tepatnya umurnya - dia memiliki enam orang anak, yang nomor dua meninggal waktu kecil karena diare. tetapi dia tidak menghubungkan kematian tersebut dengan sumber air yang terkontaminasi.

"Ini bukan kesalahan air sungai, ini hanya karena musim diare - hampir setiap orang terkena penyakit tersebut," katanya.

Mengubah perilaku yang sudah mendarah daging dan tidak sehat tersebut, yang memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan bayi dan anak, merupakan suatu proses yang lambat di daerah pedesaan dimana kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterpencilan membentuk penghalan terhadap kesehatan dan gizi keluarga. 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan meng-klik sumber dibawah ini:

Sumber: Asian Development Bank, ADB Rreview

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)