PDM Kapuas Gelar Pengobatan Gratis dan Sunatan Massal

Gambar
  Majelis Pembinaan Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kapuas melaksanakan kegiatan   pengobatan gratis dan sunatan massal   sebagai bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari warga. Dalam kegiatan tersebut, tercatat  sebanyak 76 peserta mengikuti layanan pengobatan gratis , sementara  10 anak mengikuti program sunatan massal . Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, pemberian obat-obatan, serta tindakan sunatan yang dilakukan sesuai standar medis. Kegiatan ini didukung oleh  petugas kesehatan dari berbagai disiplin ilmu , antara lain  dokter, apoteker, dan perawat , yang memberikan pelayanan secara profesional dan humanis. Sinergi lintas unsur ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan pelayanan berjalan aman dan berkualitas. Selain MPKU PDM Kapuas sebagai penyelenggara, kegiatan ini juga melibatkan berba...

Sekelumit tentang Family Health and Nutritiion Project

(With courtesy from Asian Development Bank)
Dari Desa Tajepan, di desa pedalaman Provinsi Kalimantan Tengah, Sungai Kapuas memberi kehidupan dan mata pencaharian - sebagaimana juga menyebabkan kematian dan penyakit.

Buruh tani dan nelayan, tinggal di rumah sederhana di tepi sungai, mengandalkan sungai sebagai penghasilan dan nafkah. Mereka menggunakan sungai untuk mencuci baju dan piring, mandi, dan minum. Tetapi sungai juga digunakan untuk buang air besar dan tempat pembuangan sampah.

"Saya sudah tahan terhadap berbagai masalah yang berasal dari air sungai" ungkap Basrah, yang tinggal bersama keluarganya diatas rumah kayu diatas sungai. Dibelakang rumahnya ada tempat di pinggir sungai dimana dia mengumpulkan semua air untuk minum dan mencuci. Tepat diatasnya ada WC cemplung dengan lubang kecil yang dibawahnya mengalir air sungai yang berwarna coklat.

Berumur sekitar 30 tahun - dia tidak tahu berapa tepatnya umurnya - dia memiliki enam orang anak, yang nomor dua meninggal waktu kecil karena diare. tetapi dia tidak menghubungkan kematian tersebut dengan sumber air yang terkontaminasi.

"Ini bukan kesalahan air sungai, ini hanya karena musim diare - hampir setiap orang terkena penyakit tersebut," katanya.

Mengubah perilaku yang sudah mendarah daging dan tidak sehat tersebut, yang memiliki dampak yang besar terhadap kesehatan bayi dan anak, merupakan suatu proses yang lambat di daerah pedesaan dimana kemiskinan, ketidaktahuan, dan keterpencilan membentuk penghalan terhadap kesehatan dan gizi keluarga. 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan meng-klik sumber dibawah ini:

Sumber: Asian Development Bank, ADB Rreview

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas