Sinergi Besar Muhammadiyah Kapuas: AMM, LazisMu, dan MDMC Tebar Paket Takjil

Gambar
  ​ KUALA KAPUAS  – Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kabupaten Kapuas di bawah naungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) menggelar aksi tebar takjil kolaboratif yang melibatkan seluruh unsur organisasi. Selain Organisasi Otonom (Ortom) seperti Pemuda Muhammadiyah, NA, IMM, dan IPM, kegiatan ini juga didukung penuh oleh  LazisMu  sebagai lembaga amil zakat dan  MDMC  (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang terjun langsung dalam pengamanan serta teknis di lapangan. ​Ratusan paket takjil dibagikan kepada para pengendara, pengemudi mobil, hingga pejalan kaki yang melintas di titik strategis pusat kota menjelang waktu berbuka. Sinergi antara LazisMu yang menghimpun donasi serta MDMC yang mengawal kelancaran aksi membuat distribusi bantuan berjalan sangat tertib dan menyasar masyarakat yang benar-benar membutuhkan, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan. ​Aksi kolaboratif ini merupakan wujud nyata implementasi nilai-nilai Al-Ma'un, yaitu semanga...

Informasi tentang Jamkesda perlu diperluas

Kesimpulan diatas muncul ketika admin menjenguk salah seorang pasien yang masuk di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dengan "gizi buruk". Anak berusia 18 bulan hanya memiliki berat badan 5 kilogram saja. Ketika ditanyakan kepada orang tuanya bagaimana riwayat sampai sakit seperti ini, mereka menceritakan bahwa sebelumnya mereka tinggal di Tabukan, wilayah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Ketika anaknya menderita mencret, mereka membawanya ke puskesmas. Tapi sejak saat itu kondisi anak mereka makin menurun.

Waktu ditanya apakah sudah berobat ke puskesmas, keluarganya menjawab sudah. Ketika ditanya apakah sudah disarankan untuk berobat ke rumah sakit, mereka menjawab sudah disarankan oleh dokter puskesmas. Lalu apa yang menyebabkan mereka tidak membawa pasien ke rumah sakit? Keluarga pasien menjawab bahwa mereka tidak punya uang.

Ketakutan akan biaya pelayanan di rumah sakit menyebabkan keluarga pasien tidak segera membawa pasien ke rumah sakit. Informasi tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda) nampaknya perlu disebarluaskan lagi. Pelayanan Jamkesda di rumah sakit juga diharapkan untuk meminimalisir obat-obatan yang diluar formularium rumah sakit, sehingga pasien tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk membeli obat-obatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas