BAPENA PPNI & DPD PPNI KABUPATEN KAPUAS GERAK CEPAT: BAGIKAN MASKER DAN EDUKASI MASYARAKAT TANGGULANGI DAMPAK ASAP KARHUTLA

Gambar
    KUALA KAPUAS – Menyikapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Badan Penanggulangan Bencana (BAPENA) PPNI bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPNI Kabupaten Kapuas turun langsung ke tengah masyarakat melaksanakan kegiatan pembagian masker serta penyuluhan kesehatan pencegahan gangguan pernapasan, Sabtu, 19 September 2026.   Kegiatan ini menyasar wilayah-wilayah yang mencatat kualitas udara paling buruk, antara lain Kecamatan Selat, Sei Tatas, Melati, serta kawasan pemukiman padat lainnya. Ratusan masker telah dibagikan secara cuma-cuma kepada warga, mulai dari pedagang pasar, pelajar, hingga warga di lingkungan pemukiman.   Ketua BAPENA PPNI Kabupaten Kapuas, Muhammad Hipni, S.Kep., Ners., MH, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan respons cepat organisasi atas kondisi darurat lingkungan yang berdampak langsung pada kesehatan masyarakat.   “Karhutla bukan sekadar ...

Informasi tentang Jamkesda perlu diperluas

Kesimpulan diatas muncul ketika admin menjenguk salah seorang pasien yang masuk di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo dengan "gizi buruk". Anak berusia 18 bulan hanya memiliki berat badan 5 kilogram saja. Ketika ditanyakan kepada orang tuanya bagaimana riwayat sampai sakit seperti ini, mereka menceritakan bahwa sebelumnya mereka tinggal di Tabukan, wilayah Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Ketika anaknya menderita mencret, mereka membawanya ke puskesmas. Tapi sejak saat itu kondisi anak mereka makin menurun.

Waktu ditanya apakah sudah berobat ke puskesmas, keluarganya menjawab sudah. Ketika ditanya apakah sudah disarankan untuk berobat ke rumah sakit, mereka menjawab sudah disarankan oleh dokter puskesmas. Lalu apa yang menyebabkan mereka tidak membawa pasien ke rumah sakit? Keluarga pasien menjawab bahwa mereka tidak punya uang.

Ketakutan akan biaya pelayanan di rumah sakit menyebabkan keluarga pasien tidak segera membawa pasien ke rumah sakit. Informasi tentang Jaminan Kesehatan Masyarakat Daerah (Jamkesda) nampaknya perlu disebarluaskan lagi. Pelayanan Jamkesda di rumah sakit juga diharapkan untuk meminimalisir obat-obatan yang diluar formularium rumah sakit, sehingga pasien tidak perlu mengeluarkan uang tambahan untuk membeli obat-obatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)