Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Penjual Rambutan dan Madu

Penjual rambutan dan madu
Musim rambutan sudah mulai terasa di Kecamatan Pulau Petak. Bila kita berkendaraan sepanjang Jalan Pemuda setelah bundaran besar ke arah Palingkau, maka di sepanjang Kecamatan Pulau Petak kita akan banyak menemukan orang-orang yang menjual rambutan di pinggir jalan. Lokasi gambar diatas sekitar Jalan Pemuda Km. 19, sekitar 1 kilometer sebelum Pondok Pesantren Al-Amin dari arah bundaran besar. Selain menjual rambutan, ada juga madu asli, yang menurut penjualnya diambil dari hutan yang ada di dekat dusun mereka. Saat ini sudah tidak musim bunga lagi, jadi madu ini sudah dua bulan ini tidak ada lagi, yang ada sekarang ini adalah sisa yang belum habis. Beliau bercerita bahwa banyak orang dari jauh-jauh yang membeli madu beliau. Ketika admin memeriksa madu-nya memang lebih kental dibandingkan dengan madu-madu yang biasa dijual di Kapuas. Setelah admin rasakan pun, rasanya khas madu asli. Beliau bercerita bahwa ada orang yang beli madunya, membawanya di kapal, rupanya karena goncangan, tutup botolnya lepas karena dorongan udara dari dalam. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"