Tahajjud: Energi Sunyi yang Menguatkan Diri dan Masyarakat

Gambar
  Pernahkah kita merasa lelah—bukan hanya fisik, tapi juga lelah hati? Lelah menghadapi tuntutan hidup, berita buruk yang tak ada habisnya, pekerjaan yang menumpuk, dan hubungan sosial yang kadang menguras energi. Dalam situasi seperti ini, banyak orang mencari “bahan bakar” agar bisa tetap kuat, tetap baik, dan tetap memberi manfaat. Buku kecil  “Tahajjud: Fuel for the Self and Society”  menawarkan satu jawaban yang sederhana namun dalam:  tahajjud —shalat malam—sebagai  bahan bakar  yang menyalakan kembali jiwa, lalu memancar menjadi kebaikan sosial. Ketika Dunia Gelap, Ada Cahaya yang Menyala di Rumah-rumah Penulis menggambarkan pengalaman tinggal di Damaskus: menjelang malam, lampu-lampu rumah perlahan padam—orang tidur. Namun  sekitar satu jam sebelum Subuh , ada rumah-rumah yang kembali menyalakan lampu: mereka bangun untuk beribadah. Pemandangan ini membuat penulis merenung:  seandainya bumi dilihat dari langit, betapa indahnya rumah-rumah ...

Tahu dan Tempe Masih Menjadi Alternatif

Penjual tahu
Pegawai Negeri belum menerima rapel kenaikan gaji, namun harga-harga sudah melonjak naik. Mahalnya harga bahan makanan membuat keberadaan tahu dan tempe bagi sebagian masyarakat penggemarnya merupakan suatu solusi untuk menghemat pengeluaran dalam masalah belanja dapur. Dengan harga Rp 5.000 / 10 buah potongan besar atau Rp 3.000 / 10 buah potongan kecil, tahu bisa memenuhi kebutuhan harian masyarakat Kapuas. Harga tempe mulai dari Rp 1.000 juga menjadi alternatif yang memadai.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas