The Salahuddin Generation (Ep. 7): — “Makam Nabi ﷺ Hampir Digali”: Saat Pilar Kepemimpinan Runtuh, Umat Terbelah… Lalu Disatukan oleh Ancaman yang Tak Terbayangkan

Gambar
 Ketika Nur ad-Din Zengi wafat, umat tidak hanya kehilangan seorang pemimpin—umat kehilangan paku penyangga yang menjaga persatuan. Dalam kekosongan itu, yang muncul bukan ketenangan, tetapi ketakutan, propaganda, transaksi harga diri , dan pecahnya loyalitas kota-kota Muslim. Namun episode ini menunjukkan satu ironi sejarah: ancaman paling keji justru menjadi pemantik persatuan terbesar. Sebab ketika sebuah rencana “mustahil” muncul—menggali makam Rasulullah ﷺ—dunia Islam tersadar: kalau bukan sekarang bersatu, kapan lagi? Ringkasan Per Segmen (dengan penanda waktu) 1) Wafatnya Nur ad-Din: Salahuddin Shock, Lalu Mengirim “Surat Persatuan” (0:00–3:52) Kabar wafat Nur ad-Din justru datang dari musuh. Salahuddin terguncang: Kalau benar wafat, mengapa ia tidak mendengar dari kaum Muslimin? Apakah ini rumor, tipu daya, atau tanda masalah besar? Respons Salahuddin bukan panik—tapi cepat dan terukur : ia mengirim surat ke kota-kota Syam, menekankan bahwa saat musibah jus...

Budidaya Jamur Tiram Putih

Baglog jamur
Pada hari Jum'at, 22 Juni 2012 Informasi Kapuas menyempatkan diri untuk mampir di rumah Pak Mansyur yang melakukan Budidaya Jamur Tiram Putih di Jl. Tiung VIII No. 209, Perumnas Pulau Telo, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Beliau dapat dihubungi pada nomor HP 081352792206. Dalam kunjungan ini kepada Informasi Kapuas dijelaskan tentang tahapan budidaya Jamur Tiram Putih. Pertama-tama mereka mempersiapkan baglog (gambar diatas). Bahan baglog ini berasal dari serbuk kayu atau sabut kelapa atau sabut kelapa sawit (janjang kelapa sawit).
Bibit jamur
Selain mempersiapkan baglog, mereka juga mempersiapkan bibit (gambar diatas) untuk jamurnya. Ada bibit jamur yang berasal dari jagung. Baik baglog maupun bibitnya disterilkan dulu dengan dikukus di dalam drum yang berisi air yang diuapkan (gambar dibawah).
Drum tempat menguapkan bibit dan baglog
Drum ini dipanaskan dengan kompor gas. Sebenarnya Bapak Mansyur sedang merakit autoclave (alat untuk mensterilkan) jamur, namun masih belum selesai (gambar dibawah).
Bapak Muchlis disamping autoclave (kanan)
Setelah bibit dan baglog dianggap steril maka bibit akan mulai menumbuhkan miseliumnya (gambar dibawah).
Miselium yang tumbuh dari bibit
Miselium yang sudah tumbuh ini dimasukkan ke dalam baglog yang sudah steril sebanyak sekitar satu sendok. Kemudian baglog yang sudah diisi bibit ini ditempatkan di rak-rak yang sudah disediakan (gambar dibawah).
Rak tempat baglog disusun
Kumpulan baglog ini disiram sehari dua kali, pada pukul 11.00 WIB dan pukul 14.00 WIB. Sesudah miselium yang ada di dalam baglog mencapai setengah atau dua pertiganya, barulah dibuat lubang sebanyak 2 atau 3 atau 4 buah pada bagian atas baglog untuk tempat keluarnya jamur. Ada juga baglog yang memiliki penutup.
Jamur Tiram Putih
Satu baglog bisa menghasilkan sekitar 0,5 kilogram jamur dalam beberapa kali panen. Bila baglog disterilkan dengan menggunakan autoclave maka waktu yang diperlukan untuk tumbuhnya jamur tidak terlalu lama bila dibandingkan dengan sterilisasi yang menggunakan drum.

Jamur Lingzhi
Selain membudidayakan Jamur Tiram Putih, ada juga Jamur Lingzhi yang sering digunakan sebagai bahan obat-obatan herbal. Menurut keterangan Bapak Muchlis (teknisi jamur), Jamur Lingzhi ini (gambar diatas) baru tumbuh setelah enam bulan dan nantinya bentuknya seperti kipas. Meskipun lama tumbuhnya, bila dikeringkan, jamur ini juga tahan lama untuk disimpan.
Seduhan ekstrak Jamur Lingzhi
Bapak Muchlis membuat ekstrak Jamur Lingzhi menjadi bentuk serbuk yang dicampur dengan jahe dan pasak bumi. Diseduh dengan air panas dan siap untuk dinikmati (gambar diatas).

Tempat ini menjual jamur tiram, baglog dan bibit jamur. Selain itu mereka juga melayani Pelatihan Budidaya Jamur Tiram. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas