Sabtu, 23 Juni 2012

Budidaya Jamur Tiram Putih

Baglog jamur
Pada hari Jum'at, 22 Juni 2012 Informasi Kapuas menyempatkan diri untuk mampir di rumah Pak Mansyur yang melakukan Budidaya Jamur Tiram Putih di Jl. Tiung VIII No. 209, Perumnas Pulau Telo, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Beliau dapat dihubungi pada nomor HP 081352792206. Dalam kunjungan ini kepada Informasi Kapuas dijelaskan tentang tahapan budidaya Jamur Tiram Putih. Pertama-tama mereka mempersiapkan baglog (gambar diatas). Bahan baglog ini berasal dari serbuk kayu atau sabut kelapa atau sabut kelapa sawit (janjang kelapa sawit).
Bibit jamur
Selain mempersiapkan baglog, mereka juga mempersiapkan bibit (gambar diatas) untuk jamurnya. Ada bibit jamur yang berasal dari jagung. Baik baglog maupun bibitnya disterilkan dulu dengan dikukus di dalam drum yang berisi air yang diuapkan (gambar dibawah).
Drum tempat menguapkan bibit dan baglog
Drum ini dipanaskan dengan kompor gas. Sebenarnya Bapak Mansyur sedang merakit autoclave (alat untuk mensterilkan) jamur, namun masih belum selesai (gambar dibawah).
Bapak Muchlis disamping autoclave (kanan)
Setelah bibit dan baglog dianggap steril maka bibit akan mulai menumbuhkan miseliumnya (gambar dibawah).
Miselium yang tumbuh dari bibit
Miselium yang sudah tumbuh ini dimasukkan ke dalam baglog yang sudah steril sebanyak sekitar satu sendok. Kemudian baglog yang sudah diisi bibit ini ditempatkan di rak-rak yang sudah disediakan (gambar dibawah).
Rak tempat baglog disusun
Kumpulan baglog ini disiram sehari dua kali, pada pukul 11.00 WIB dan pukul 14.00 WIB. Sesudah miselium yang ada di dalam baglog mencapai setengah atau dua pertiganya, barulah dibuat lubang sebanyak 2 atau 3 atau 4 buah pada bagian atas baglog untuk tempat keluarnya jamur. Ada juga baglog yang memiliki penutup.
Jamur Tiram Putih
Satu baglog bisa menghasilkan sekitar 0,5 kilogram jamur dalam beberapa kali panen. Bila baglog disterilkan dengan menggunakan autoclave maka waktu yang diperlukan untuk tumbuhnya jamur tidak terlalu lama bila dibandingkan dengan sterilisasi yang menggunakan drum.

Jamur Lingzhi
Selain membudidayakan Jamur Tiram Putih, ada juga Jamur Lingzhi yang sering digunakan sebagai bahan obat-obatan herbal. Menurut keterangan Bapak Muchlis (teknisi jamur), Jamur Lingzhi ini (gambar diatas) baru tumbuh setelah enam bulan dan nantinya bentuknya seperti kipas. Meskipun lama tumbuhnya, bila dikeringkan, jamur ini juga tahan lama untuk disimpan.
Seduhan ekstrak Jamur Lingzhi
Bapak Muchlis membuat ekstrak Jamur Lingzhi menjadi bentuk serbuk yang dicampur dengan jahe dan pasak bumi. Diseduh dengan air panas dan siap untuk dinikmati (gambar diatas).

Tempat ini menjual jamur tiram, baglog dan bibit jamur. Selain itu mereka juga melayani Pelatihan Budidaya Jamur Tiram.