Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Buka Puasa Bersama di Rumah Tahanan Kuala Kapuas

Anggota majelis ta'lim sedang membagikan bingkisan buka puasa
Pada hari Minggu, 29 Juli 2012, Majelis Ta'lim Asy-Syifa RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo yang dipimpin oleh Bapak Syamsuri, serta ketua Panitia Ramadhan 1433 H / 2012 M, M. Saleh memimpin rombongan rumah sakit menyelenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama di Rumah Tahanan Negara Klas II B Kuala Kapuas. Kegiatan tahunan ini diisi dengan ceramah agama dan buka puasa bersama. Buka Puasa Bersama ini tidak hanya dinikmati oleh para binaan yang mengikuti kegiatan di masjid, namun juga dinikmati oleh para binaan yang sedang berada di sel masing-masing.

Ceramah pengantar buka puasa mengisahkan tentang keberadaan Nabi Yusuf ketika berada di penjara dimana beliau menunjukkan akhlak yang mulia selama berada disana sehingga menumbuhkan rasa percaya dikalangan penghuni penjara terhadap beliau. Rasa percaya terhadap beliaulah yang membuat dua orang penghuni penjara tersebut mempercayakan kepada beliau tentang tafsir dari mimpi mereka. Kisah ini juga menunjukkan kepada kita bahwa penjara bisa dijadikan sebagai lahan dakwah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"