DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Penyuluhan Kesehatan di Lokalisasi (Timpah)

Demonstrasi penggunaan kondom dengan model penis
Pada hari Rabu, 4 Juli 2012, rombongan dari Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengunjungi beberapa lokalisasi yang ada di Kecamatan Timpah untuk memberikan penyuluhan. Ada sekitar 20-an pekerja seks komersial (PSK) yang mengikuti penyuluhan tersebut. Penyuluhan mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS) disampaikan oleh dr. Tri Setyautami, MPHM (Kepala Seksi Bimdal P2 Dinas Kesehatan). Dalam penyuluhan tersebut juga diperagakan bagaimana menggunakan kondom dengan menggunakan model penis yang tersedia.

Keberadaan lokalisasi di Kecamatan Timpah adalah sebagai tambahan dari maraknya kegiatan penambangan emas di daerah tersebut. Kondisi yang memprihatinkan adalah rendahnya tingkat penggunaan kondom di kalangan pengguna jasa. PSK yang bekerja di lokalisasi ini menggambarkan laki-laki yang memanfaatkan jasa mereka tapi tidak mau menggunakan kondom sebagai orang yang "kurang pintar". Keadaan ini diperparah dengan rendahnya tingkat pengawasan yang dilakukan oleh orang tua di Kecamatan Timpah terhadap para remaja mereka.

Para remaja seusia lulusan SMA sudah ada yang menggunakan jasa PSK. Bahkan menurut keterangan dari petugas kepolisian setempat, pergaulan bebas di kalangan remaja di Kecamatan Timpah sudah sampai pada kondisi yang memprihatinkan. Keberadaan lokalisasi seharusnya membangkitkan keprihatinan semua pihak. Bila para suami yang berkunjung ke sana tidak mau menggunakan kondom, maka mereka akan membawa penyakit menular seksual kepada istri-istri mereka yang setia menunggu di rumah. Sedihnya lagi, penyakit menular seksual pada wanita umumnya baru menunjukkan gejala kalau sudah parah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)