Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Penyuluhan Kesehatan di Lokalisasi (Timpah)

Demonstrasi penggunaan kondom dengan model penis
Pada hari Rabu, 4 Juli 2012, rombongan dari Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas mengunjungi beberapa lokalisasi yang ada di Kecamatan Timpah untuk memberikan penyuluhan. Ada sekitar 20-an pekerja seks komersial (PSK) yang mengikuti penyuluhan tersebut. Penyuluhan mengenai Infeksi Menular Seksual (IMS) disampaikan oleh dr. Tri Setyautami, MPHM (Kepala Seksi Bimdal P2 Dinas Kesehatan). Dalam penyuluhan tersebut juga diperagakan bagaimana menggunakan kondom dengan menggunakan model penis yang tersedia.

Keberadaan lokalisasi di Kecamatan Timpah adalah sebagai tambahan dari maraknya kegiatan penambangan emas di daerah tersebut. Kondisi yang memprihatinkan adalah rendahnya tingkat penggunaan kondom di kalangan pengguna jasa. PSK yang bekerja di lokalisasi ini menggambarkan laki-laki yang memanfaatkan jasa mereka tapi tidak mau menggunakan kondom sebagai orang yang "kurang pintar". Keadaan ini diperparah dengan rendahnya tingkat pengawasan yang dilakukan oleh orang tua di Kecamatan Timpah terhadap para remaja mereka.

Para remaja seusia lulusan SMA sudah ada yang menggunakan jasa PSK. Bahkan menurut keterangan dari petugas kepolisian setempat, pergaulan bebas di kalangan remaja di Kecamatan Timpah sudah sampai pada kondisi yang memprihatinkan. Keberadaan lokalisasi seharusnya membangkitkan keprihatinan semua pihak. Bila para suami yang berkunjung ke sana tidak mau menggunakan kondom, maka mereka akan membawa penyakit menular seksual kepada istri-istri mereka yang setia menunggu di rumah. Sedihnya lagi, penyakit menular seksual pada wanita umumnya baru menunjukkan gejala kalau sudah parah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)