Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Ramadhan Student Camp 1 (RSC 1)

Kegiatan "Ice Breaking" Ramadhan Student Camp 1
School Training Team (STT) Cabang Kapuas bekerjasama dengan Masjid Ar-Rahman menyelenggarakan Ramadhan Student Camp 1 (RSC 1). Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-29 Juli 2012 di Masjid Ar-Rahman, Jl. Barito, Kuala Kapuas. Pemateri utama kegiatan ini adalah STT Kalimantan Tengah dibantu oleh pemateri lokal Kapuas.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa sekolah menengah atas disekitar Kuala Kapuas yaitu SMKN 1 Kuala Kapuas, SMKN 2 Kuala Kapuas, SMAN 3 Kuala Kapuas, SMA Muhammadiyah, dan MA Al-Amin Kapuas. Jumlah peserta mencapai 94 orang. Pada hari terakhir ini akan diselenggarakan kegiatan buka puasa bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan