Menyendiri di Akhir Hidup: Pelajaran dari Jepang dan Implikasinya untuk Kapuas

Gambar
  Pendahuluan: Saat membaca salah satu subyek email dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health – Global Health Now yang berjudul “Dying Alone in Japan”, saya langsung membuka email tersebut dan mencari tautan untuk membaca artikelnya. Rupanya artikel ini dari The Guardian ( Life at the heart of Japan’s lonely deaths epidemic: ‘I would be lying if I said I wasn’t worried’ | Japan | The Guardian ). Sedih juga membacanya, bagaimana begitu banyak orang tua di Jepang yang meninggal dalam keadaan tidak ditemani oleh siapa pun. Bahkan ada yang tetangganya baru mengetahui yang bersangkutan meninggal setelah lima bulan. Hal ini mengingatkan penulis saat tinggal di barak di Kelvin Grove Road, Brisbane, Australia. Di samping barak yang penulis tempati, ada seorang nenek. Setiap hari nenek tersebut dikunjungi oleh seorang kakek yang sering mengetuk pintu kamarnya, kemudian menanyakan bagaimana kabarnya. Setelah penulis baca-baca tentang kehidupan di Australia, ternyata kakek tersebut mel

Yusuf Sebagai Bendaharawan Negara Mesir

Peserta buka puasa bersama sedang mendengarkan ceramah
Pada hari Minggu, 29 Juli 2012 bertempat di rumah jabatan Bupati Kapuas diselenggarakan kegiatan Buka Puasa Bersama. Kegiatan ini diikuti oleh para ulama dan tokoh masyarakat Kabupaten Kapuas serta para pegawai negeri sipil dilingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini juga diisi dengan ceramah dengan tema Kisah Nabi Yusuf alaihi salam. Dalam kisah ini ada pelajaran bahwa yang dipentingkan bagi suatu negeri adalah kontribusi apa yang bisa diberikan oleh masyarakatnya tanpa memperhatikan masalah apakah dia putra daerah atau bukan.

Selain itu juga disampaikan tentang bagaimana seorang anggota masyarakat bisa membantu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh pimpinan pada masa-masa yang akan datang. Kedekatan Nabi Yusuf dengan raja membuat beliau berani mengajukan diri untuk menjadi Bendaharawan Negara Mesir dengan menyampaikan karakter yang diperlukan untuk jabatan tersebut yaitu "orang yang bisa menjaga dan  amanah (dapat dipercaya)". Permintaan jabatan ini bukan tanpa kompetensi. Beliau sejak diangkat menjadi anak angkat Al-Aziz (bendaharawan negara terdahulu) sudah terbiasa melakukan pekerjaan yang sebagai wakil dari orang tua angkatnya, sehingga beliau sangat kompeten dalam bidang tersebut.

Apalagi Mesir akan menghadapi masa-masa yang sulit yaitu mereka akan panen selama 7 tahun, dan hasil panen tersebut harus disimpan untuk menghadapi musim paceklik selama 7 tahun. Sebuah pekerjaan yang sangat luar biasa menjaga agar lumbung penyimpanan tidak digerogoti oleh tikus-tikus (koruptor). Ketika beliau berhasil menabung bahan makanan dimusim paceklik, maka negeri Mesir menjadi rujukan bagi negara-negara sekitar mereka untuk pemenuhan konsumsi pangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Laki-laki adalah "qawwam" bagi perempuan