The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Nasib Masyarakat Pinggiran Kota

Suasana mati lampu saat menjelang berbuka puasa
Pada hari Sabtu, 4 Agustus 2012, ketika akan melaksanakan kegiatan buka puasa bersama di salah satu rumah di Desa Batu Nindan, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, tiba-tiba lampu mati. Tuan rumah tidak siap dengan genset. Akhirnya kegiatan dibuka tanpa menggunakan pengeras suara yang sudah disediakan. Ayat-ayat suci Al-Qur'an dilantunkan dengan suara yang cukup keras sehingga dapat didengar oleh semua tamu. Ceramah menyambut berbuka puasa juga disampaikan dengan suara yang cukup keras, agar dapat didengar oleh seisi rumah. Syukurlah tak lama sesudah ceramah dimulai, lampu kembali menyala. Menurut keterangan tuan rumah, sehari sebelumnya lampu mati dua kali.

Beginilah nasib masyarakat yang tinggal di pinggiran Kota Kuala Kapuas. Bila ada yang harus dimatikan lampunya, maka pilihannya adalah jaringan listrik yang ada di sekitar kota, sehingga aktivitas kota tidak terganggu dengan pemadaman listrik. Hal ini tidak hanya dikeluhkan oleh warga Basarang saja, tapi juga warga di Kecamatan Pulau Petak.

Ini adalah cermin sederhana bagaimana sikap kita dalam menyikapi berbagai macam kelompok masyarakat dalam kehidupan ini. Seringkali masyarakat pinggiran kurang mendapatkan perhatian sebagaimana perhatian yang diberikan kepada warga perkotaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas