Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Direktur RSUD Terima Piagam Akreditasi

dr. H. Bawa Budi Raharja (kanan) menerima sertifikat akreditasi RS
Pada hari Rabu, 29 Agustus 2012 bertempat di Ruang Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Direktur RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo menerima Sertifikat Akreditasi Rumah Sakit sebagai pengakuan bahwa rumah sakit sudah memenuhi standar pelayanan rumah sakit yang meliputi:

  1. Akreditasi dan Manajemen
  2. Pelayanan Medis
  3. Pelayanan Gawat Darurat
  4. Pelayanan Keperawatan
  5. Rekam Medis
Status Akreditasinya adalah Lulus Tingkat Dasar, karena baru lulus untuk lima pelayanan. Dengan standar yang lama (2007) ada penilaian untuk 5 pelayanan, 12 pelayanan dan 16 pelayanan. Sertifikat ini diserahkan oleh Kepala Sekretariat Komisi Akreditasi Rumah Sakit, dra. Amatyah, M.Kes.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)