The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

dr. Susanto - Dokter Puskesmas Danau Rawah

dr. Susanto (paling kanan)
dr. Richard Alexander Susanto merupakan Dokter PTT lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat. Terhitung sejak 1 April 2012 yang lalu, beliau ditugaskan di Puskesmas Danau Rawah. Beliau memiliki tempat praktek di Dusun Bukit Batu, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas. Menurut keterangan yang beliau sampaikan, perlu waktu satu jam untuk menuju tempat praktek dari Puskesmas Danau Rawah.

Dusun Bukit Batu merupakan daerah lintasan jalan Trans Kalimantan jalur tengah (Palangka Raya - Buntok). Lokasi praktek ini adalah untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat yang berada di daerah hulu dari Sungai Muroi seperti dari Desa Pantar Kabali. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas