Belajar Al-Qur’an dari Rumah: Saat Tarbiyah Menjadi Percakapan Keluarga

Gambar
  Ada proses pendidikan yang kadang tidak berjalan sesuai rencana. Sejak awal, sebagian orang tua mungkin memiliki harapan agar anak-anaknya tumbuh dalam suasana pembinaan iman yang baik. Mereka ingin anak-anaknya dekat dengan Al-Qur’an, terbiasa menghadiri majelis ilmu, dan memiliki lingkungan pergaulan yang menuntun kepada kebaikan. Namun, dalam kenyataannya, jalan menuju kebaikan tidak selalu lurus dan mudah. Ada anak yang sebenarnya ingin belajar, tetapi merasa belum siap. Ada yang pernah mencoba mengikuti majelis, namun kemudian merasa minder karena melihat orang lain lebih fasih membaca Al-Qur’an. Ada pula kesempatan belajar yang tertunda karena keadaan, kesibukan, jarak, atau situasi yang tidak memungkinkan. Dari sini kita belajar bahwa hidayah, pembinaan, dan proses mendekat kepada Allah tidak selalu datang melalui jalan yang kita bayangkan. Kadang yang dahulu sulit dilakukan di luar rumah, justru terbuka dengan indah di dalam rumah sendiri. Ketika Rumah Menjadi Tempat Tarb...

Qurban di Ponpes Al-Amin Kapuas

Pak Sumarjito (paling kiri) sedang menguliti sapi
Tahun ini, 1433 H / 2012 M ada lima ekor sapi yang dikurbankan. Meningkat satu ekor dibandingkan tahun lalu. Penyembelihan hewan Qurban dilakukan di halaman belakang pondok pesantren. Tahun ini dibuat beberapa lubang untuk pemotongan, menghindari bau yang terlalu menyengat belajar dari tahun lalu. Menurut keterangan Pak Uci, tahun ini disiapkan 500 buah kupon yang dibagikan kepada masyarakat di sekitar pondok pesantren. Untuk masing-masing kupon akan diberikan daging sebanyak 250 gram ditambah dengan yang lain-lain. 

Komentar

  1. blog yang sangat bagus dan menambah pengetahuan..apa saya bisa belajar membuat blog seperti ini

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan memberikan komentar terhadap tulisan kami!

Postingan populer dari blog ini