Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Visi dan Misi Surya Dharma dan Taufiqurrahman

VISI
Terwujudnya Kabupaten Kapuas Sebagai Daerah Yang Prospektif (Profesional, Spesifik, Efektif dan Produktif).

Visi ini mengandung pengertian bahwa kedepan Kabupaten Kapuas sebagai daerah yang prospektif yang berarti bahwa kedepan hasil pembangunan di Kabupaten Kapuas menjadi harapan seluruh masyarakat.

Sementara lebih jauh kedepan prospektif merupakan singkatan dari prinsip pembangunan daerah yang akan dikembangkan yaitu bersifat Profesional, Spesifik, Efektif dan Produktif.

Profesional berarti bahwa dalam pelayanan publik dan penyelenggaraan pembangunan dilakukan secara profesional berdasarkan kaidah-kaidah normatif dengan memadukan, pengetahuan, ilmu, teknologi dan budaya serta kondisi sosial masyarakat.

Spesifik berarti bahwa pelaksanaan pembangunan memperhatikan kondisi lokal berdasarkan aspirasi dan kearifan lokal serta menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat.

Efektif berarti keseimbangan penggunaan anggaran sesuai dengan kemampuan daerah, dimana output pembangunan harus memperhatikan ketersediaan anggaran dan penentuan skala pembangunan yang menjadi kebutuhan masyakat.

Produktif berarti pembanguna harus mampu menggerakkan perekonomian rakyat untuk kesejahteraan masyarakat, serta menjadi agen untuk menggerakkan produktifitas masyarakat secara berkeadilan.

MISI

  1. Meningkatkan sistem penyajian informasi tentang potensi dan kondisi daerah.
  2. Meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana penunjang untuk memicu dan memacu minat investor.
  3. Mengoptimalkan upaya pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan bertanggungjawab. 
  4. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia setempat yang berorientasi global.
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
  6. Mengoptimalkan keberpihakan terhadap upaya pemberdayaan ekonomi rakyat.
  7. Melaksanakan otonomi daerah secara bertanggung jawab melalui pemberdayaan seluruh potensi masyarakat.
Sumber:
Poster Visi-Misi Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pada Pilkada 2012 Kabupaten Kapuas

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)