Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Aura Cintamu



Ciptaan: Ikmal Aftoni, SPers

Berawal di suatu negara
Di antara dua samudra
Yang terapit dua benua
Pusat perbincangan dunia
Yang damai, subur, aman dan makmur
Kekayaan alamnya termasyhur
Kini dilanda prahara
Karena ulah durjana
Bersyukur t'lah lahir sang pembela
Yang sayang dan mencintainya

Aura cintamu
Terbangkanmu pada keagungannya
Pulihkan jiwaku yang tengah terluka
'tuk kembali sujud padanya
Kugapai bintang
Dengan sinar seminarnya yang benderang
Kuraih dan segera kubawa pulang
Kupersembahkan pada negeriku
Indonesiaku .....

Bina jiwa taat Tuhannya
Akhlak mulia penuh cinta
Ikhlas berkorban wujudkan karya
Teladan bagi insan taqwa

Aura cintamu
Mengajakku tunduk di alam rahmatNya
Mengajarkan aku di tengah makhlukNya
Berbagi suka pada sesama

Aura cintamu
Pancarkan cita kejayaan negeriku
Yang akan terwujud di ufuk waktu
Berpadu satu dalam asaku
Indonesiaku

Aura cintamu
Terbangkanku pada keagungannya
Pulihkan jiwaku yang tengah terluka
'tuk kembali sujud padanya

Kau sampaikan dengan cinta
Kau tebarkan dengan pesona
Yang menyejukkan setiap jiwa
Yang tersemai rasa dan damba

Hai Sang Pembela
Cintamu teladankan Rasul Mulia
Bimbing kami bersabar ditengah manusia
Damaikan gundah gulana dunia
Wahai sang pembela

----------
Kupersembahkan nasyid rindu ini kepada Allah dan Rasul-Nya semata-mata. Ditulis bersama ananda Maryam Shofiya Adnina dan saudara yang saya cintai karena Allah, Junef Islamiya. Jazakumullah atas ide-ide dan masukannya yang sangat berarti untuk kesempurnaan nasyid ini. Tak lupa saya ucapkan terima kasih juga untuk Andrei dan Irfan yang telah mengkompose syair Aura Cintamu menjadi sajian dalam sebuah alunan orkestra yang sangat indah. Jazakumullah khairan katsiran. Malang-Jakarta, 25 Maret 2013. (Ikmal Aftoni, SPers)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)