Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Pelatihan Proses Asuhan Gizi Terstandar

Pada hari Rabu-Jum'at, 12-14 Juni 2013 bertempat di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas diselenggarakan Pelatihan Proses Asuhan Gizi Terstandar. Pelatihan ini diselenggarakan oleh DPC Persagi Kabupaten Kapuas.

Narasumber dalam pertemuan ini adalah Ibu Miranti Gutawa, M.Si dan dr. Julistio, Sp.A(K) dari RS Hasan Sadikin, Bandung. Kedua narasumber ini adalah penulis buku tentang Proses Asuhan GIzi Terstandar. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga gizi rumah sakit se-Kalimantan Tengah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"