The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Pelatihan Proses Asuhan Gizi Terstandar

Pada hari Rabu-Jum'at, 12-14 Juni 2013 bertempat di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas diselenggarakan Pelatihan Proses Asuhan Gizi Terstandar. Pelatihan ini diselenggarakan oleh DPC Persagi Kabupaten Kapuas.

Narasumber dalam pertemuan ini adalah Ibu Miranti Gutawa, M.Si dan dr. Julistio, Sp.A(K) dari RS Hasan Sadikin, Bandung. Kedua narasumber ini adalah penulis buku tentang Proses Asuhan GIzi Terstandar. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga gizi rumah sakit se-Kalimantan Tengah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas