The Salahuddin Generation (Ep. 4): Nur ad-Din Menyatukan Syam—Dari “Dawla” ke “Din”

Gambar
  Setiap kali ada sosok baik yang mulai mengangkat panji perbaikan, ia dibunuh—sering di hari Jumat, di ruang publik, agar ketakutan menyebar cepat. Umat pun seperti kembali ke “titik nol”. Episode 4 ini menunjukkan titik balik: harapan yang sempat runtuh, lalu bangkit lagi —melalui Imad ad-Din Zengi, dan lebih besar lagi melalui putranya: Nur ad-Din Mahmud Zengi , penguasa yang dibesarkan oleh ulama. 1) Pola Teror: Pembunuhan Jumat untuk Menguasai Psikologi Umat Episode dibuka dengan pengingat pola para pembunuh (assassins): mereka memilih masjid dan Jumat karena itu “panggung” paling efektif di era tanpa media massa. Tujuannya bukan hanya menghilangkan tokoh, tetapi membunuh harapan . Namun sejarah mengajarkan: harapan yang ditanam dalam iman dan kerja sistematis tidak mudah dipadamkan. 2) Imad ad-Din Zengi: Dua Kunci—Persatuan dan Keadilan Ketika Zengi naik, ia membawa dua misi utama: Persatuan : musuh yang solid tidak bisa dilawan oleh umat yang tercerai-berai. Keadi...

Pelatihan Proses Asuhan Gizi Terstandar

Pada hari Rabu-Jum'at, 12-14 Juni 2013 bertempat di aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kapuas diselenggarakan Pelatihan Proses Asuhan Gizi Terstandar. Pelatihan ini diselenggarakan oleh DPC Persagi Kabupaten Kapuas.

Narasumber dalam pertemuan ini adalah Ibu Miranti Gutawa, M.Si dan dr. Julistio, Sp.A(K) dari RS Hasan Sadikin, Bandung. Kedua narasumber ini adalah penulis buku tentang Proses Asuhan GIzi Terstandar. Kegiatan ini diikuti oleh tenaga gizi rumah sakit se-Kalimantan Tengah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas