Ketika Seorang Perempuan Yahudi Berdiri Membela Palestina

Gambar
Di tengah perdebatan yang semakin panas mengenai Palestina, ada satu kesaksian yang menarik perhatian dunia. Bukan karena disampaikan dengan suara lantang atau penuh kemarahan, melainkan karena ketenangan, kejernihan berpikir, dan keberanian moral yang ditunjukkan oleh seorang perempuan muda Yahudi bernama Yasmine Johnson . Saya menyaksikan kesaksiannya dalam sidang Royal Commission into Anti-Semitism and Social Cohesion di Australia. Selama hampir satu jam, ia menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang tajam mengenai pandangannya tentang Palestina, Zionisme, kebebasan berpendapat, hingga tuduhan antisemitisme. Namun yang membuat saya benar-benar kagum bukanlah semata-mata isi argumennya, melainkan cara ia menyampaikannya. Tidak terlihat emosi yang meledak-ledak. Tidak ada nada marah. Tidak pula usaha menyerang lawan bicara secara pribadi. Sebaliknya, ia menjawab hampir setiap pertanyaan dengan tenang, sistematis, dan konsisten. Seorang Yahudi yang Memisahkan Agama dan Negara Yasmine Johns...

Rumah Tunggu Kelahiran "Harapan Bunda"

Rumah tunggu kelahiran "Harapan Bunda"
Pada hari Minggu, 29 September 2013, admin mampir ke Rumah Tunggu Kelahiran "Harapan Bunda" yang terletak di Desa Palingkau Baru, Kecamatan Kapuas Murung. Saat admin datang, sedang tidak ada pasien yang sedang dirawat. Admin berbincang-bincang dengan bidan TKS yang tinggal di depan rumah tunggu kelahiran tersebut.
Ruang bersalin
Rumah tunggu ini memiliki tiga buah tempat tidur. Pasiennya berasal dari desa-desa di wilayah kerja Puskesmas Palilngkau, bahkan ada yang berasal dari desa di provinsi Kalimantan Selatan. Biasanya bidan-bidan desa akan merujuk pasien ke rumah tunggu kelahiran ini.
Inkubator sederhana
Rumah tunggu kelahiran ini ditangani oleh 17 orang bidan. 12 orang bidan PNS dan 5 orang bidan Tenaga Kerja Sukarela (TKS). Setiap hari ada yang bergiliran jaga, ada jaga pagi, sore dan malam. Untuk jaga pagi tidak ada uang jaga, untuk jaga sore disediakan uang jaga lima puluh ribu rupiah dan untuk jaga malam tujuh puluh lima ribu rupiah.
Tempat cuci tangan
Masih ada desa yang melayani persalinan di rumah mengingat sulitnya transportasi untuk menjangkau rumah tunggu kelahiran ini. Desa-desa tersebut adalah Desa Muara Dadahup, desa-desa di SP1, SP2 dan SP3 (wilayah pemukiman transmigrasi).
Ruang periksa
Bagi dukun kampung yang merujuk pasien ke rumah tunggu kelahiran diberikan insentif lima puluh ribu rupiah per orang. Insentif tersebut dibayarkan setelah klaim Jampersal dibayarkan. Masih banyak ibu hamil yang terlambat ke rumah tunggu atau ke rumah sakit karena kendala transportasi.
Atas ruang periksa yang sudah bocor
Rumah tunggu kelahiran ini memerlukan bantuan perbaikan sarana, seperti atap yang sudah bocor, sehingga air bisa menetes ke ruang periksa saat hari hujan.
Lantai WC berlubang
Selain itu, lantai WC pun sudah banyak yang keropos. Hal ini dapat dilihat dari dasar ruang WC yang sudah ada lubangnya.
Ada papan yang sudah lepas
Dinding bagian belakang rumah tunggu kelahiran ini pun sudah banyak yang lepas papannya, sehingga perlu perbaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)