DWP Fakultas Teknik UGM Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kapuas

Gambar
  Kapuas, Kalimantan Tengah — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas diwujudkan melalui bantuan air bersih dan air minum dari Dharma Wanita Persatuan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (DWP FT UGM) . Bantuan tersebut disalurkan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kapuas melalui Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PDM Kapuas , bersama Lazismu Kapuas dan Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah . Sebanyak 15.000 liter air bersih dan 1.000 galon air minum telah didistribusikan kepada masyarakat di sejumlah titik, di antaranya Masjid Jami Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir, Masjid Ar-Rahman Jalan Barito, kawasan Jalan Kapuas Pasar Sabtu, serta Desa Pulau Telo Baru . PDM Kabupaten Kapuas melalui MDMC menyampaikan apresiasi kepada DWP Fakultas Teknik UGM atas dukungan yang diberikan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama air bersih dan air minum di ten...

Handel Semangat

Handel Semangat
 Bila kita berjalan dari arah perempatan Jalan Tambun Bungai dan Tjilik Riwut serta Jalan Pemuda ke Pulau Telo, di sebelah kanan sebelum Tjilik Riwut Gg. X ada Handel Semangat. Disamping handel ini ada jalan yang memanjang dari Jalan Tjilik Riwut ke Jalan Jepang, ujungnya persis disamping gereja. Jalan yang dekat dengan Tjilik Riwut dapat dilewati oleh mobil, tapi makin ke dalam jalan makin kecil.
Pondok Ibu Utih
Perumahan mendekati Jalan Tjilik Riwut makin padat, tapi bila kita masuk makin dalam menuju ke arah Jalan Jepang maka perumahan makin sedikit. Banyak pondokan yang dibangun oleh masyarakat untuk tidur di ladang saat menanam dan memanen padi. Ada juga yang memang tinggal dalam pondokan yang kecil itu.
Padi yang terendam oleh air dalam
Ketinggian tanah pun berbeda-beda di sepanjang Handel Semangat. Ada lahan yang tidak terendam dengan air pasang, ada juga yang terendam. Sehingga ada petani yang tidak dapat berladang karena tanahnya ditutupi oleh air yang tidak memungkinnya untuk menanam padi.
Jalan makin menyempit
Menjelang sampai ke jalan Jepang, jalan makin mengecil, mungkin karena jarang dilewati oleh kendaraan bermotor. Saat musim hujan seperti ini, jalan agak becek, tapi karena sudah ada pengerasan dengan pasir putih, jalan masih dapat dilewati dengan lancar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)