Penduduk Indonesia Diproyeksikan Capai 328,9 Juta Jiwa pada 2050

Gambar
Indonesia masih akan mengalami pertumbuhan jumlah penduduk dalam beberapa dekade mendatang. Data World Population Data Sheet (WPDS) 2026 yang diterbitkan Population Reference Bureau (PRB) mencatat jumlah penduduk Indonesia pada 2026 sekitar 287,2 juta jiwa . Jumlah tersebut diperkirakan meningkat menjadi 308,4 juta jiwa pada 2035 dan mencapai sekitar 328,9 juta jiwa pada 2050 . Artinya, dibandingkan kondisi 2026, jumlah penduduk Indonesia diproyeksikan bertambah sekitar 41,7 juta jiwa dalam kurun waktu kurang lebih 24 tahun. Pertambahan penduduk ini akan membawa berbagai konsekuensi, mulai dari kebutuhan pelayanan kesehatan, pendidikan, lapangan kerja, perumahan, hingga pembangunan perkotaan. Kelahiran Masih Lebih Tinggi daripada Kematian WPDS 2026 mencatat angka kelahiran Indonesia sebesar 16 kelahiran per 1.000 penduduk , sedangkan angka kematian sebesar 8 kematian per 1.000 penduduk . Pertumbuhan alami penduduk Indonesia berada pada kisaran 0,8 persen . Sementara itu, tingkat mig...

Putra Jawa Barat mengabdi untuk Kapuas

Drg. Irfan
 Namanya drg. Irfan, lulusan FKG Jember tahun 2012, bertugas sebagai dokter PTT sejak 5 bulan yang lalu di Puskesmas Jangkang wilayah sangat terpencil. Meskipun berlatar belakang pendidikan dokter gigi, namun situasi dan kondisi di Puskesmas Jangkang membuatnya harus jadi serba bisa : melayani pasien umum,  loket pendaftaran, apotek, bahkan terkadang membuka dan menutup puskesmas. Membuat pertanggungjawaban BOK pun ikut dijalani beliau untuk membantu pimpinan Puskesmas. Ini karena SDM di Puskesmas yang baru lahir sejak awal 2013 ini sangat sedikit. Di hari libur cuti bersama Natal dan  tahun baru lalu tidak heran pak dokter gigi ini sendirian bertugas di puskesmas. Pimpinan Puskesmas sangat sayang dengan pak dokter gigi ini, karena banyak membantu pelayanan dan urusan administrasi manajemen puskesmas.

Puskesmas Jangkang, Kecamatan Pasak Talawang, Kabupaten Kapuas
Bersama kepala puskesmas, mereka berdua tinggal bertetangga menempati dua buah rumah dinas puskesmas, yang letaknya di samping puskesmas, yang jauh dari pemukiman penduduk. Karena hanya berdua dengan kepala puskesmas, atau bahkan terkadang sendirian, panggilan di tengah malam mau tidak mau dipenuhi juga untuk menolong warga yang membutuhkan. Panggilan bisa dari warga yang tinggalnya dekat, bahkan jauh.

Rumah dinas puskesmas yang ditempati oleh drg. Irfan dan Kepala Puskesmas
Bila malam tiba, pak dokter dan kepala puskesmas sudah terbiasa dengan gelap gulita. Genset hanya dinyalakan sekali-sekali karena harga bahan bakar yang sangat mahal di sana. Jika diperlukan misalnya untuk kerja lembur selesaikan administrasi laporan dengan mengetiknya di laptop dan diprint, barulah genset dinyalakan.  

Nyamuk menjadi teman setia, nyamuk Aedes albopictus dan Anopheles. Pagi, siang, malam, selalu dikerubuti nyamuk, menempel di baju, celana panjang, dahi, dagu, tangan, sudah biasa.
Kalau musim hujan, syukur bisa menampung air hujan untuk keperluan mandi, cuci, kakus, minum, memasak. Jika kemarau, harus turun ke bawah menuju mata air di belakang Puskesmas, terjal sekali, bahaya bisa jatuh. Mesin pompa air untuk menyedot air agar bisa naik ke atas, hilang dicuri orang.

Mata air di belakang puskesmas, jauh di bawah, melewati titian yang terjal.
Itulah sedikit dari keseharian drg. Irfan, putra Jawa Barat yang mengabdi di wilayah sangat terpencil di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. Mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi siapa saja untuk mau mengabdi di daerah sangat terpencil. Semoga menjadi amal ibadah ya Dok ..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)