Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Ghazal Restaurant

Ghazal Restaurant
Semenjak berangkat ke Manila, penulis sudah meminta kepada pihak pengundang untuk menyediakan makanan yang halal. Sejak bertemu di Markas Palang Merah Filipina, salah seorang staf di Divisi Kesehatan langsung menunjukkan daftar restoran yang menyediakan makanan halal di dekat hotel dimana penulis menginap.

Salah satu restoran tersebut adalah Ghazal Restaurant. Restoran ini terletak di 1551 A, Mabini Street, Ermita, Manila. Kalau melihat poster di dalam restoran tampaknya pemiliknya adalah orang Iran. Restoran ini menyediakan makanan timur tengah. Karena penulis tidak mengetahui makanan yang ada di dalam menu, penulis memilih yang paling murah yaitu Beriyani yang harganya 161 peso. Setelah ditambah dengan satu buah pisang, total harganya adalah 180 peso.

Banyak keluarga Muslim yang makan di restoran ini. Kebetulan saat penulis makan disana, ada satu keluarga besar yang memesan makanan di sana. Ada seorang pengunjung (orang Iran) yang sempat penulis ajak bicara. Dia sudah tinggal di Manila selama 7 tahun. Dia bilang bahwa banyak restoran halal di daerah ini, meskipun ini bukan perkampungan Muslim.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)