Palestina di PBB: Kami Hanya Ingin Hidup, Tanpa Harus Terus Menjadi Korban

Gambar
  Informasi Kapuas — Ada harapan yang begitu sederhana dalam pidato perwakilan Palestina di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa: dapat hidup dengan bebas di tanah sendiri, membesarkan anak tanpa ketakutan, dan menyambut hari esok dengan rasa aman. Pesan itu disampaikan Majed Bamya, Wakil Perwakilan Tetap Palestina untuk PBB. Dalam pidatonya, ia menyerukan perlindungan bagi rakyat Palestina dan mempertanyakan mengapa komitmen mereka terhadap perdamaian terus dituntut ketika keselamatan mereka sendiri belum terjamin. Laporan Anadolu . Mengutip penyair Palestina Mahmoud Darwish, Bamya membuka pidatonya dengan kalimat yang menyimpan kepedihan sekaligus keteguhan. Dalam terjemahan bahasa Indonesia: “Kami menderita penyakit yang tak tersembuhkan bernama harapan. Harapan akan pembebasan dan kemerdekaan. Harapan akan kehidupan normal, ketika kami tidak harus menjadi pahlawan ataupun korban.” Kalimat itu mengajak kita melihat Palestina melalui kehidupan orang-orangnya. Ada keluarga ya...

Jalan Beton Di Handil Selat Merata

Prasasti yang ditanda tangani oleh Bupati Kapuas
 Ajungan jempol patut diberikan kepada masyarakat di Handil Selat Merata, karena berhasil membuat jalan beton sepanjang 1.340 meter dengan dana dari PNPM Mandiri Perdesaan Tahun Anggaran 2012 yang lalu. Jalan ini diresmikan oleh Bupati Kapuas saat itu yaitu Ir. H. M. Mawardi, MM. Handil ini termasuk Desa Sei Tatas, Kecamatan Pulau Petak.
Jalan beton di Handil Selat Merata
Dari semua handil yang pernah penulis jalani, handil ini adalah handil pertama yang dipenuhi oleh beton mulai dari pinggir jalan sampai pinggir sungai. Di handil-handil yang lain, jalannya paling cuma beberapa ratus meter saja. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Toko Souvenir "ANTIK"