Umar bin Abdul Aziz: Dua Tahun Kepemimpinan yang Mengubah Umat

Gambar
  Sepanjang sejarah, kekuasaan sering menjadi ujian berat bagi manusia. Ketika seseorang memiliki kewenangan politik, kekayaan besar, dan berbagai keistimewaan, godaan untuk mengutamakan kepentingan pribadi dapat mengalahkan komitmen terhadap keadilan. Namun, Umar bin Abdul Aziz menunjukkan jalan yang berbeda. Ketika menjadi khalifah pada masa Dinasti Umayyah, ia tidak menggunakan kekuasaan untuk memperkaya diri dan keluarganya. Sebaliknya, ia berusaha memperbaiki pemerintahan, mengembalikan kekayaan negara kepada rakyat, serta menegakkan keadilan. Masa pemerintahannya memang singkat, sekitar dua tahun. Akan tetapi, perubahan yang dilakukannya meninggalkan jejak panjang dalam sejarah Islam. Ketika Kekayaan Negara Menjadi Keistimewaan Penguasa Pada saat Umar bin Abdul Aziz menerima jabatan khalifah, pemerintahan Dinasti Umayyah telah berkembang menjadi kekuasaan yang diwariskan melalui garis keluarga. Di lingkungan elite pemerintahan, kemewahan dan kekayaan menjadi lambang kedu...

Mengunjungi Rajah Solayman Mosque

Masjid Rajah Solayman
Pada saat istirahat setelah makan siang, penulis meminta ijin kepada pengurus Palang Merah Filipina untuk shalat di masjid yang ada di belakang markas. Pada saat mengikuti petunjuk dari salah seorang warga yang sedang duduk-duduk di depan warung, ternyata jalannya buntu. Akhirnya bersama dengan kepala divisi kesehatan berjalan menuju jalan yang lain. Saat melihat ada menara masjid, penulis mengucapkan terima kasih kepada beliau dan berjalan sendirian ke masjid.
Buku Fadhilah Amal di Masjid Rajah Solayman
Masjid ini terletak di tengah-tengah pemukiman penduduk yang berada di daerah kumuh di tepi pelabuhan Manila. Masjid ini berada di lantai dua dari sebuah bangunan. Tempat wudhu'nya berada di bangunan terpisah. Sebagian besar masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut adalah orang Muslim Mindanao.
Jadwal Shalat di Masjid Rajah Solayman
Kebetulan di masjid tersebut ada seorang Muslim Mindanao yang pernah melakukan "khuruj" ke Indonesia selama tiga bulan, jadi dia bisa berbahasa Indonesia. Dia menceritakan bahwa dia melakukan khuruj ke Indonesia bersama-sama dengan orang Indonesia, sehingga dia bisa berbahasa Indonesia. Dia juga menjelaskan bahwa khutbah Jum'at di masjid ini disampaikan dalam bahasa Arab dan Bahasa Tagalog.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)