Islam dan Perbudakan: Memahami Sejarah, Jalan Pembebasan, dan Martabat Manusia

Gambar
  Perbudakan merupakan salah satu bagian paling kelam dalam sejarah umat manusia. Ketika mendengar istilah tersebut, banyak orang langsung membayangkan perdagangan manusia, kerja paksa, kekerasan, pemisahan keluarga, serta perlakuan kejam berdasarkan warna kulit. Gambaran itu bukan tanpa alasan. Dalam sejarah modern, perdagangan budak lintas Atlantik telah meninggalkan luka yang sangat dalam. Jutaan orang Afrika dirampas kebebasannya, dipindahkan secara paksa, dan diperlakukan sebagai barang milik. Namun, perbudakan sebenarnya telah dikenal jauh sebelum masa itu dan pernah dipraktikkan oleh hampir semua peradaban besar. Dalam ceramah berjudul The Islamic Response to Slavery , Syekh Mohammad Elshinawy dari Yaqeen Institute mengajak masyarakat memahami persoalan tersebut berdasarkan konteks sejarah. Menurutnya, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya apakah perbudakan pernah ada di tengah masyarakat Muslim, tetapi juga bagaimana ajaran Islam mengatur, membatasi, dan membuka jalan ...

Jadilah Champions for Children atau Pendekar Anak

Petugas UNICEF di Bandara Soekarno Hatta
Dalam rangka menggalang dana dari masyarakat pengguna kartu kredit UNICEF meluncurkan program Direct Debit Donor Programme (DDDP). Donasi ini akan digunakan untuk membiayai program-program UNICEF di Indonesia yaitu melindungi anak-anak mulai dari kehamilan sampai dengan mereka berusia 18 tahun. Adapun fokus kegiatannya adalah:

  • Kelangsungan hidup dan perkembangan anak-anak
  • Pendidikan dan kesetaraan jender
  • HIV/AIDS dan anak-anak
  • Perlindungan anak
  • Kebijakan, pendampingan dan kemitraan untuk hak-hak anak
Program penjaringan donatur ini dilakukan secara tatap muka. Jadi bila anda menggunakan bandara-bandara besar seperti Soekarno Hatta, maka anda akan menemukan petugas dari UNICEF yang menawarkan program ini kepada anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)