Usaha Mencari Peta Virtual Background: Saat GIS Kalteng “Diuji” dengan Google Maps

Gambar
Perbandingan tampilan Sei Pinang di dua platform: citra satelit pada Google Maps (kiri) dan Peta GIS Kalteng (kanan) relatif sama-sama belum detail. Perbedaannya, Google Maps menampilkan lebih banyak titik lokasi/nama tempat (POI) yang ditambahkan komunitas seperti Local Guides, sehingga orientasi lokasi terasa lebih mudah. Pada hari Sabtu, 31 Januari 2026 , saya mencoba mencari peta Kalimantan Tengah yang menarik untuk dijadikan virtual background saat rapat daring menggunakan Jitsi Meet . Saya lalu meminta bantuan Copilot (AI milik Microsoft). Copilot kemudian merekomendasikan sebuah situs pemetaan milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah: Peta GIS Kalteng ( https://peta.simtaru.kalteng.go.id/ ). Awalnya saya cukup terkesan. Ketika saya mengarahkan peta ke wilayah Kuala Kapuas , tampilannya terlihat rapi dan informatif. Dari situ muncul rasa penasaran: kalau di ibu kota kabupaten terlihat lumayan detail, apakah wilayah yang lebih jauh seperti Sei Pinang (ibu kota Kecamatan Se...

Kalau Begini Rasanya 40 Rakaat-pun Sanggup Dijalani !

Judul diatas adalah komentar yang disampaikan oleh salah seorang jama'ah Langgar Al Inayah setelah mengerjakan shalat tarawih sebanyak 23 rakaat pada hari Sabtu, 28 Juni 2014. Menurut admin komentar ini sangat luar biasa mengingat shalat ini dikerjakan lebih banyak daripada biasanya.

Menurut keterangan beliau, hal ini dirasakannya setelah berusaha untuk menikmati shalat sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah yaitu ketika menjadikan shalat sebagai sarana untuk istirahat. Beliau justru merasa bahwa shalat sebanyak 23 raka'at itu sebagai sebuah kenikmatan bersama dengan Sang Pencipta.

Semoga kita bisa merasakan apa yang beliau rasakan !

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas