Al-Qur’an, Keserakahan, dan Keadilan Ekonomi

Gambar
Banyak orang memahami bahwa ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan di Makkah terutama berbicara tentang keimanan, tauhid, hari akhir, dan penolakan terhadap penyembahan berhala. Sementara itu, aturan-aturan kehidupan dianggap baru banyak diturunkan setelah Nabi Muhammad saw. berhijrah ke Madinah. Pemahaman tersebut tidak sepenuhnya keliru. Namun, apabila ayat-ayat Makkiyah dipelajari lebih dalam, akan terlihat bahwa Al-Qur’an sejak awal juga memberikan perhatian besar terhadap persoalan ekonomi, kekuasaan, kesenjangan sosial, dan keserakahan manusia. Dalam khutbahnya, Nouman Ali Khan menjelaskan bahwa kritik Al-Qur’an pada masa Makkah tidak semata-mata ditujukan kepada seluruh orang yang belum beriman. Banyak kritik tersebut secara khusus diarahkan kepada kelompok elite Quraisy, yaitu orang-orang yang memiliki kekayaan, pengaruh sosial, kekuasaan politik, atau kedudukan keagamaan. Al-Qur’an Mengkritik Elite yang Korup Sebagian besar masyarakat Makkah pada masa itu hidup dalam keadaan sed...

Pelatihan Berhenti Merokok Angkatan I Tingkat Kabupaten Kapuas

Pemberian kenang-kenangan untuk narasumber (dua di kiri)
Sebagian dana hibah pajak rokok digunakan Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas untuk menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Berhenti Merokok Angkatan I Tingkat Kabupaten Kapuas. Kegiatan ini dilaksanakan dari tanggal 3-6 Desember 2014 di aula Hotel Al Madani. Kegiatan ini diikuti oleh 8 puskesmas dilingkungan Kabupaten Kapuas. Satu puskesmas diminta untuk mengirimkan dua orang petugas yang akan menjadi konselor berhenti merokok.
Foto bareng narasumber, peserta dan panitia
Narasumber kegiatan ini berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah, Kementerian Kesehatan dan RSUP Persahabatan (Rawamangun, Jakarta). Dalam pelatihan ini dipraktekkan bagaimana melakukan hipnoterapi kepada pasien. Hipnoterapi hanya dapat dilakukan oleh psikiater.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)