Dari Rotan Berduri Menjadi Tikar Bernilai Jual

Gambar
Pada Minggu, 2 Agustus 2026, saat melintasi RT 2 Desa Sei Kayu yang berada di tepian Sungai Kapuas, saya melihat seorang pria sedang sibuk membersihkan beberapa batang rotan. Pemandangan tersebut menarik perhatian saya. Saya pun memarkirkan sepeda motor dan menghampirinya. Setelah saling menyapa, percakapan kami berkembang mengenai proses pengolahan rotan hingga menjadi bahan baku tikar anyaman. Di tangan masyarakat setempat, rotan berduri yang tumbuh liar menjulang di antara pepohonan ternyata dapat diolah menjadi barang yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomi. Bapak tersebut bercerita bahwa rotan yang sedang dibersihkannya berasal dari kebun karet yang juga ditanami rotan. Tanaman itu diperkirakan telah berusia sekitar sepuluh tahun. Rotan dikenal memiliki banyak duri sehingga tidak mudah untuk ditarik dan dipanen. Menurutnya, sebelum menarik rotan, duri-duri pada bagian batang yang akan dipegang harus dibersihkan terlebih dahulu. Setelah bagian tersebut aman, barulah rotan dapat...

Penyuluhan Rabies di Tapian Humbang

Rombongan dari Dinas Kesehatan dan Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas
Pada hari Rabu, 18 Maret 2015 bertempat di SDN Tapian Humbang dilaksanakan kegiatan penyuluhan tentang rabies. Penyuluhan ini disampaikan oleh drh. Indah dan diikuti oleh warga masyarakat Tapian Humbang, Kecamatan Mantangai. Penyuluhan ini dilakukan karena ada warga desa ini yang digigit oleh anjing ketika akan mandi di sungai.
Peserta penyuluhan rabies
Selain melakukan penyuluhan, pihak Dinas Peternakan Kabupaten Kapuas juga melakukan vaksinasi terhadap anjing-anjing yang ada di desa tersebut. Pada kesempatan tersebut ada enam ekor anjing yang berhasil divaksinasi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Toko Souvenir "ANTIK"

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)