The Salahuddin Generation (Ep. 11): Salahuddin’s Legacy — Warisan Terbesar Bukan Tahta, Bukan Kota, Bahkan Bukan Yerusalem

Gambar
Ia mengalahkan para raja. Ia membebaskan Yerusalem. Ia mematahkan Perang Salib Ketiga. Tetapi pada akhirnya—apa yang paling ia takutkan? Apa yang paling ia rindukan? Dan apa yang paling ia titipkan? Episode penutup ini menjawab dengan kalimat yang menohok: yang paling besar dalam pandangan Salahuddin bukanlah kota, bukan kejayaan, bahkan bukan Yerusalem sebagai “trofi” sejarah. Yang paling besar adalah Allah , dan segala yang selain-Nya hanyalah jalan. 1) Mars Terakhir Menuju Yerusalem: “Tidak Ada Lagi yang Datang Menolong” Setelah bertahun-tahun perang, pasukan Frank akhirnya mencoba mengambil “hadiah utama”: Yerusalem . Salahuddin tahu, ini bukan sekadar pertempuran biasa. Maka ia mengumpulkan tentara dan berkata tegas: kalian adalah tentara Islam hari ini, darah, harta, dan keluarga kaum Muslim bergantung pada kalian, tidak ada Muslim lain yang akan datang menolong, ini amanah yang Allah letakkan di pundak kalian. Pidato ini bukan untuk membakar emosi semata, t...

Super Chicken

Rumah makan ini terletak di Jalan Tambun Bungai, persis di sisi selatan rumah sakit. Rumah makan ini buka dari jam 08.00 - 21.00 WIB. Tempat ini mampu menampung 64 orang pelanggan dengan 4 meja berada di bagian luar gedung. Tempat ini menyediakan berbagai macam jus dan makanan. Paket-paket yang tersedia adalah:

  • Paket A - Rp 12.000
  • Paket B - Rp 14.000
  • Paket C - Rp 20.000
Selain itu mereka juga menyediakan menu lain:
  • Paha bawah Rp 9.000
  • Paha atas Rp 11.000
  • Sayap Rp 11.000
  • Dada Rp 11.000
  • Burger Rp 12.000
  • Kentang Rp 10.000
  • Sop Jagung Rp 6.000
  • Perkedel Rp 4.000
  • Puding Rp 5.000


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kamus Dayak Ngaju - Indonesia

Pengantar singkat Bahasa Dayak Ngaju (4)

Kode Pos di Kabupaten Kapuas